Tampilkan postingan dengan label desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2016

Proses Pelaksanaan Pembangunan Gedung

1
Ada beberapa tahapan-tahapan dalam pelaksanaan perencanaan suatu gedung. Tahapan pelaksanaan proyek ini harus disusun sedemikian rupa mulai dari pengerjaan awal hingga finishing (jika pengerjaan proyek hingga finishing). Semuanya ini disusun didalam Time Schedule. Tahapan-tahapan dan berapa lama pengerjaan proyek tersebut disusun dahulu sebelum pelaksanaan, sehingga proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
1. Pekerjaan PembersihanPengerjaan dimulai dari pembersihan lapangan dan pemerataan permuakaan tanah seperti yang telah direncanakan. Bahkan kalau perlu dilakukan pengerukan dan pengurugan tanah, setelah itu tanah dipadatkan.
2. Pekerjaan Pondasi
Setelah tanah bersih dan rata, dilanjutkan kemudian dengan pemancangan tiang pondasi, yang biasa disebut dengan Tiang Pancang. Sebelum pemancangan ini, perlu ditentukan dahulu titik-titik pondasi tersebut. Setelah titik-titik pondasi ditentukan, barulah proses pemancangan dapat dilakukan. Proses pemancangan ini harus sangat diperhatikan, karena saat proses pemancangan, dapat terjadi berbagai kesalahan. Operator mesin pancang diharapkan terus mengontrol posisi tiang pancang. Dalamnya pondasi tiang pancang yang tertanam di dalam tanah tergantung dari jenis dan kondisi tanah tersebut, karena pondasi tiang pancang harus berdiri di atas tanah yang keras. Jika proyek berada di daerah tanah rawa, pondasi tiang pancang tertanam lebih dalam. Sebagai contoh jika proyek berada di daerah Jakarta Utara, yang merupakan tanah rawa, pondasi tiang pancang akan tertanam sangat dalam. Lain halnya jika berada di sekitar Jakarta Selatan, yang mempunyai tanah lebih keras, pondasi tiang pancang tertanam tidak terlalu dalam.
Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Pile Cap dan Sloof. Pile Cap ini berfungsi untuk membagi rata beban dari kolom kepada beberapa pondasi dibawahnya. Dan tiap Pile Cap ini juga dihubungkan satu sama lain oleh Sloof, sehingga semua tiang pancang mempunyai satu ikatan struktur.
3. Pekerjaan Struktur AtasSetelah pekerjaan struktur bawah, yaitu pemancangan selesai, dilanjutkan kembali dengan pengerjaan bagian struktur atas. Struktur atas terdiri dari kolom, balok dan pelat. Pengerjaan struktur atas dimulai dari pengerjaan kolom. Tapi terlebih dahulu, titik-titik kolom harus ditentukan posisinya dan dengan bantuan alat, sehingga titik-titik kolom tersebut sejajar satu sama lain.
Dalam proses pengerjaan kolom, hal yang pertama dilakukan adalah pengerjaan tulangan-tulangan kolom seperti yang telah didisain. Sebelum pengecoran kolom, terlebih dahulu dibuat bekisting yang dibentuk seperti kolom sehingga beton dapat dicor di dalamnya. Bekisting harus dibuat kokoh dan kuat, sehingga hasil cor-an diperoleh dengan baik dan bentuk kolom sesuai perencanaan. Ketika proses pengecoran harus dilakukan teliti, dan cor-an beton yang masuk itupun harus dirojok, sehingga cor beton dapat masuk semuanya sampai kebawah dan penuh mengisi bekisting.
Pengerjaan berikutnya adalah bagian balok dan pelat. Balok dan pelat memang dikerjakan bersamaan, Sama seperti pengerjaan kolom, pertama kali juga dilakukan pengerjaan bekisting. Agar waktu yang dibutuhkan seminimal mungkin, pengerjaan bekisting dan penganyaman tulangan dapat dilakukan secara bersamaan. Setelah pembuatan bekisting dan penulangan selesai, baru dilanjutkan dengan pengecoran beton. Hal yang terpenting adalah semua beton yang di-cor itu harus berada dalam satu ikatan, yang berarti proses pengecoran pelat dan balok harus serempak selesainya dan beton pun akan kering bersamaan, sehingga kekuatannya pun dalam satu ikatan. Begitu juga pengerjaan lantai berikutnya, prosesnya pun sama dengan sebelumnya. Dan selama proses pengecorannya pun juga harus dirojok, sehingga cor beton penuh mengisi bekisting.
4. Pekerjaan FinishingJika struktur telah berdiri kokoh, baru dapat dilanjutkan dengan pengerjaan finishing, yaitu pengerjaan dinding, elektrikal dan sanitasi, pemasangan keramik, pengecatan dan sebagainya. Namun, pengerjaan finishing inilah yang membutuhkan waktu paling lama, karena pengerjaannya harus hati-hati sehingga didapat bentuk yang rapi dan sesuai perencanaan.







Kamis, 24 Maret 2016

PERANCANGAN BANDARA UDARA

1

 

Pengertian Bandara Udara

Bandara udara adalah suatu tempat persinggahan pesawat terbang (alat transportasi udara) untuk mendarat dan melaukakn serangkaian kegiatan sepertu menurunkan dan juga mengangkut penumpang atau barang. Disamping sebagai tempat untuk melakukan segala rutinitas perbaikan pemeliharaan pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar dan sejumlah akitivas lainnya.

Letak suatu bandara akan dipengaruhi oleh beberapah faktor antara lain

  • Tipe pengembangan sekitarnya
  • Kondisi – kondisi atmosfer dan meteorology
  • Kemudahan untuk mencapao dengan transportasi darat
  • Ketersediaan lahan untuk perluasan
  • Adanya Bandar udara yang lain dan ketersediaan ruang angkasa dalam daerah tersebut
  • Halangan sekeliling
  • Keekonomisan biaya konstruksi
  • Ketersediaan utilitas
  • Keeretan (proximity) dengan permintaan aeronotika. (Info : Robert Horonjeff, 1988, “ Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara Jilid 1” )

    Fungsi Bandara Udara

    Fungsi Bandar Udara seperti sebuah terminal dimana dalam hal ini melayani penumpang pesawat udara, sebagai tempat pemberhentian, pemberangkatan, ataupun sekedar persinggahan pesawat udara. Di dalamnya terjadi berbagai macam rangkaian kegiaan yang berkaitan dengan pesawat terbang, seperti mengangkut/menurunkan penumpang dan barang, melakukan pengisian bahan bakar, pemeliharaan pesawat, perbaikan kerusakan pesawat, dan lain sebagainya.

    Aktivasi Bandara dan Tipe Bandar Udara

    Bandara merupakan suatu fasilitas sebagai perantara (interface) antara transportasi udara dengan transportasi darat, yang secara umum fungsinya sama dengan terminal, yakni sebagai :

    • Tempat pelayanan bagi keberangkatan / kedatangan pesawat
    • Sebagai tempat bongkar / muat barang atau naik / turun penumpang
    • Tempat perpindahan (interchange) antar moda transportasi udara dengan moda transportasi yang sama (transit) atau dengan moda yang lainnya.
    • Tempat klasifikasi barang / penumpang menurut jenis, tujuan perjalanan dan lain0 laian
    • Tempat untuk penyimpanan barang ( storage ) selama proses pengurusan dokumen
    • Sebagai tempat untuk mengisi bahan bakar, perawatan dan oemeruksaan kondisi pesawat sebelum dinyatakan layak untuk terbang
      (info : Departemen Teknik Sipil ITB, 2001 “Dasar – Dasar Transportasi”)

    Bandara secara umum dapat digolongkan dalam beberapa tipe menurut beberapa kriteria yang disesuaikan dengan keperluan penggolongannya, antara lain :

    • Berdasarkan karakter fisiknya, bandara dapat digolongkan menjadi seaplane bases (tempat pendaratan pesawat di atas air), heliports (tempat pendaratan helicopter), stol port (tempat pendaratan dengan jarak take-off dan landing yang pendek), dan bandara konvensional (bandar udara pada umumnya)
    • Berdasarkan pengelolaan dan penggunaannya, Bandar udara dapat digolongkan menjadi 2 yakni, bandara umum yang dikelola oleh pemerintah untuk penggunaan secara umum maupun militer atau bandara swasta atau pribadi yang dikelola atau digunakan untuk kepentingan pribadi atau perusahaan swasta tertentu
    • Berdasarkan aktivitas rutinnya, bandara dapat digolongkan menurut jenis pesawat terbang yang beroperasi (enplanements) serta menurut karakteristik operasinya (operations)
    • Berdasarkan fasilitas yang tersedia, bandara dapat dikategorikan menurut jumlah runaway yang tersedia, alat navigasi yang tersedia, kapasitas hangar, dan lain sebagainya.
    • Berdasarkan tipe perjalanan yang dilayani, bandara dapat digolongkan menjadi bandara Internasional, bandara domestik, dan golongan internasional / domestik.

    Faktor yang Mempengaruhi Bandara Udara

    Ukuran Bandara udara yang diperlukan akan bergantung pada faktor-faktor utama berikut ini :

    • Karakteristik prestasi dan ukuran pesawat terbang yang akan menggunakan bandara itu
    • Volume lalu lintas yang diadaptasi
    • Kondisi – kondisi meteorology
    • Ketinggian tapak Bandar udara

    Karakteristik prestasi pesawat terbang akan memoengaruhi panjang landasan pacu. Data mengenai karakteristik pesawat terbang serta tipe – tipe pesawat dan ketentuan landasan pacu dapat dilihat pada badan yang berwenang seperti FAA dan ICAO. Volume dan karakter lalu lintas mempengaruhi jumlah landasan pacu yang dibutuhkan, susunan landasan hubung (taxiway) dan ukuran daerah ramp(ramp area). Kondisi – kondisi meteorology penting yang dapat mempengaruhi ukuran Bandar udara adalah angin dan temperature. Temperature mempengaruhi panjang landasan pacu, temperature yang tinggi membutuhkan landasan pacu yang lebih panjang karena temperature tinggi mencerminkan kerapatan udara yang lebih rendah, yang mengakibatkan hasil daya dorong yang lebih rendah. Arah angin mempengaruhi jumlah dan susunan landasan pacu. Sedangkan angin permukaan mempengaruhi panjang landasan pacu, makin besar angin sakal, makin pendek landasan pacu, sedangkan semakin besar angin buritan makin panjang landasan landasan pacu. Ketinggian tapak Bandar udara juga sngat mempengaruhi kebutuhan panjang landasan pacu. Makin tinggi letak pelabuhan udara, landasan pacu yang dibutuhkan adalah semakin panjang. Demikian pula dengan kemiringan landasan pacu, kemiringan keatas membutuhkan landasan pacu yang lebih panjang daripada landasan pacu yang rata atau yang kemiringannya kebawah , pertambahan panjang ini juga tergantung padaketinggian Bandar udara dan temperature. (Info : Robert Horonjeff, 1988, “ Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara Jilid 1” )

    Karakteristik Pesawat Terbang Sebagai Perancangan

    Ada beberapa karakteristik mengenai pesawat terbang yang dapat dijadikan sebagai dasar pecancangan Bandar Udara,yakni :

    • Ukuran (size)
      • Wing-span (Jarak antara kedua ujung sayap)
      • Fuselage length (sumbu panjang badan)
      • Height (tinggi)
      Hal ini dapat mempengaruhi perencanaan ukuran dari parking apron atau tempat parker pesawat yang dengan sendirinya member pengaruh uga pada terminal (hangar, garasi) untuk pemerikasaan mesin pesawat. Ukuran juga akan menentukan lebar runways (landasan pacu) dan taxiways (jarak antara runways dan apron) maupun jarak antara trafficways.
    • Berat (wight)
      Berat pesawat penting untuk merencanakan kekuatan dari perkerasan (pavements) yang akan dibuat sehingga dapat ditentkan tebal daripada perkerasan apron, taxiway dan runway.
    • Kapasitas (capacity)
      Dengan mengetahui kapasitas penumpang pesawat, maka dapat ditentukan luasan dan besaran terminal (tempat menunggu penumpang dan pengantarnya).
    • Panjang Runway (runway length)
      Panjang runway agar dapat tinggal landas mempunyai pengaruh besar pada bagian luas daerah yang harus dipenuhi oleh Bandar Udara (Info : Achmand Zainudin,B. E, 1986, “Selintas Pelabuhan Udara”). Dan faktor yang mempengaruhi panjang pendeknya runway adalah :
      · Tuntutan dari pemerintah setempat kepada industry – industry pesawat terbang mengenai performance dan operator
      · Keadaan keliling pelabuhan udara (temperatur, angin yang lewat diatas permukaan landasan / surface wind, kemiringan landasan / runway gradient, ketinggian Bandar  Udara, kondisi permukaan landasan).

    TABEL KARAKTERISTIK PESAWAT TERBANG KOMERSIAL

    imageimage

  • PERANCANGAN HOTEL

    4_orea hotel pyramida

     

    Pengertian Hotel Secara Umum

    Pengertian Hotel menurut Hotel Prpictors Act, 1956 (Sulatiyono, 1999:5) adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan makanan, minuman, dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membatar dengan jumlah wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus (perjanjian membeli barang yang disertai dengan perundingan perundingan sebelumnya).

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM. 37/PW.304/MPPT-86 : Hotel sebagai jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian besar atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial.

    Definisi hotel menurut Webster New World Dictionary “Hotel as a commercial establishment providing lodging and usually meals and other services for the public, especially for travels.” (Fred R.Lawson, 1988). Yang artinya hotel adalah suatu bangunan yang menyediakan jasa penginapan, makanan, minuman, serta pelayanan lainnya untuk umum yang dikelola secara komersial terutama untuk para wisatawan.

    Sedangkan pengertian yang dimuat oleh Grolier Electronic Publishing Inc.(1995) yang menyebutkan bahwa : Hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain untuk umum.

    Maka dari beberapa pernyataan itu dapat disimpulkan bahwa hotel adalah suatu akomodasi yang menyediakan jasa penginapan, makan, minum, dan bersifat umum serta fasilitas lainnya yang memenuh syarat kenyamanan dan dikelola secara komersil.

    Penggolongan Hotel

    Pemerintah telah menetapkan kualitas dan kuantitas hotel yang menjadi kebijaksanaan yang berupa standar jenis klasifikasi yang ditujukan serta berlaku bagi suatu hotel. Penentuan jenis hotel berdasarkan letak, fungsi, susunan organisasinya dan aktifitas penghuni hotel sesuai dengan SK Mentri Perhubungan RI No. 241/4/70 tanggal 15 Agustus 1970. Hotel digolongkan atas :

    • Residential Hotel, yaitu hotel yang disediakan bagi para pengunjung yang mnginap dalam jangka waktu yang cukup lama. Tetapi tidak bermaksud menginap. Umumnya terletak dikota, baik pusat maupun pinggir kota dan berfungsi sebagai penginapan bagi orang-orang yang belum mendapatkan perumahan dikota tersebut.
    • Transietal Hotel, yaitu hotel yang diperuntukkan bagi tamu yang mengadakan perjalanan dalam waktu relative singkat. Pada umumnya jenis hotel ini terletak pada jalan jalan utama antar kota dan berfungsi sebagai terminal point. Tamu yang menginap umumnya sebentar saja, hanya sebagai persinggahan.
    • Resort Hotel, yaitu diperuntukkan bagi tamu yang sedang mengadakan wisata dan liburan. Hotel ini umumnya terletak didaerah rekreasi/wisata. Hotel jenis ini pada umumnya mengandalkan potensi alam berupa view yang indah untuk menarik pengunjung.

    Klasifikasi Hotel

    Berdasarkan keputusan Dirjen Pariwisata No. 14/U/II/1988, tentang usaha dan pengelolaan hotel menjelaskan bahwa klasifikasi hotel menggunakan sistem bintang.Dari kelas yang terendah diberi bintang satu, sampai kelas tertinggi adalah hotel bintang lima.

    Sedangkan hotel-hotel yang tidak memenuhi standar kelima kelas tersebut atau yang berada dibawah standar minimum yang ditentukan disebut hotel non bintang. Pernyataan penentuan kelas hotel ini dinyatakan oleh Dirjen Pariwisata dengan sertifikat yang dikeluarkan dan dilakukan tiga tahun sekali dengan tata cara pelaksanaan ditentukan oleh Dirjen Pariwisata.

    Dasar penilaian yang digunakan antara lain mencakup:

    • Persyaratan fisik, meliputi lokasi hotel dan kondisi bangunan.
    • Jumlah kamar yang tersedia.
    • Bentuk pelayanan yang diberikan
    • Kualifikasi tenaga kerja, meliputi pendidikan dan kesejahteraan karyawan.
    • Fasilitas olahraga dan rekreasi lainnya yang tersedia seperti kolam renang lapangan tenis dan diskotik.

    Klasifikasi hotel berbintang tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut :

    a. Hotel bintang satu

    • Jumlah kamar standar minimal 15 kamar dan semua kamar dilengkapi kamar mandi didalam
    • Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20 m2 untuk kamar double dan 18 m2 untuk kamar single
    • Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan (> 30m2) dan bar.
    • Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga.

    b. Hotel bintang dua

    • Jumlah kamar standar minimal 20 kamar (termasuk minimal 1 suite room, 44 m2).
    • Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20m2 untuk kamar double dan 18 m2 untuk kamar single.
    • Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan (>75m2) dan bar.
    • Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berhargam penukaran uang asing, postal service, dan antar jemput.

    c. Hotel bintang tiga

    • Jumlah kamar minimal 30 kamar (termasuk minimal 2 suite room, 48m2).
    • Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 22m2 untuk kamar single dan 26m2 untuk kamar double.
    • Ruang publik luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan (>75m2) dan bar.
    • Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga, penukaran uang asing, postal service dan antar jemput.

    d. Hotel bintang empat

    • Jumlah kamar minimal 50 kamar (temrasuk minimal 3 suite room, 48 m2)
    • Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 24 m2 untuk kamar single dan 28 m2 untuk kamar double
    • Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari kamar mandi, ruang makan (>100 m2) dan bar (>45m2)
    • Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga, penukaran uang asing, postal service dan antar jemput.
    • Fasilitas penunjang berupa ruang linen (>0,5m2 x jumlah kamar), ruang laundry (>40m2), dry cleaning (>20m2), dapur (>60% dari seluruh luas lantai ruang makan).
    • Fasilitas tambahan : pertokoan, kantor biro perjalanan, maskapai perjalanan, drugstore, salon, function room, banquet hall, serta fasilitas olahraaga dan sauna.

    e. Hotel bintang lima

    • Jumlah kamar minimal 100 kamar (termasuk mminimal 4 suite room, 58m2)
    • Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 26 m2 untuk kamar single dan 52m2 untuk kamar double.
    • Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan (>135m2) dan bar (>75m2).
    • Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga, penukaran uang asing, postal service dan antar jemput.
    • Fasilitas penunjang berupa ruang linen (>0,5m2 x jumlah kamar), ruang laundry (>40m2), dry cleaning (>30m2), dapur (>60% dari seluruh luas lantai ruang makan).
    • Fasilitas tambahan : pertokoan, kantor biro perjalanan, maskapai perjalanan, drugstore, salon, function room, banquet hall, serta fasilitas olahraaga dan sauna.
    • Dengan adanya klasifikasi hotel tersebut dapat melindungi konsumen dalam memperoleh fasilitas yang sesuai dengan keinginan.Memberikan bimbingan pada pengusaha hotel serta tercapainya mutu pelayanan yang baik.

    Jumat, 18 Maret 2016

    Arsitektur Bioklimatik




    Pengertian Arsitektur Bioklimatik

    Arsitektur bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitanyan iklim daerah tersebut. Pada akhirnya bentuk arsitektur yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh budaya setempat, dan hal ini akan berpengaruh pada ekspresi arsitektur yang akan ditampilakan dari suatu bangunan, selain itu pendekatan bioklimtaik akan mengurangi ketergantungan karya arsitektur terhadap sumber – sumber energi yang tidak dapat dipengaruhi.

    perkembangan arsitektur bioklimatik

    Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari 1960-an. Arsitektur Bioklimatik merupakan arsitektur modern yang dipengaruhi oleh iklim. Arsitektur bioklimatik merupakan pencermian kembali arsitektur Frank Loyd Wright yang terkenal dengan arsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip utamanya bahwa didalam seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang dipentingkan tetapi juga ketenangannya, keselarasan, kebijaksanaan, kekuatan bangunan dan kegiatan yang sesuai dengan bangunannya, “Oscar Niemeyer dengan falsafah arsitekturnya yaitu penyesuaian terhadap keadaan alam dan lingkungan, penguasaan secara fungsional, dan kematangan dalam pengolahan secara pemilihan bentuk, bahan dan arsitektur”.
    Akhirnya dari Frank Wright dan Oscar Niemeyer lahirlah arsitek lain seperti Victor Olgay pada tahun 1963 mulai memperkenalkan arsitektur bioklimatik. Setalah tahun 1990-an Kenneth Yeang mulai menerapkan arsitektur bioklimatik pada bangunan tinggi bioklimatik yang memenangkan penghargaan Aga Khan Award tahun 1966 dan Award pada tahun 1966

    Prinsip Desain Bioklimatik Menurut Yeang (Bioclimatic Skyscrapers)

    1. Penempatan Core Menurut Yeang,

    Posisi service core sangat penting dalam merancang bangunan tingkat tinggi. Service core bukan hanya sebagai bagian struktur, juga mempenagruhi kenyamanan ternal.
    Posisi core dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu :
    • 1.    Core pusat
    • 2.    Core ganda 
    • 3 .   Core tunggal terletak pada sisi bangunan.
    1. Core Pusat
      2. Core Ganda
    3. Core Tunggal (sisi bangunan)
    Core ganda memiliki banyak keuntungan, dengan memakai dua core dapat dijadikan sebagai penghalang panas yang masuk kedalam bangunan. Penelitian harus menunjukkan penggunaan pengkondisian udara secara minimum dari penempatan service core ganda yang tampilan jendala menghadap utara dan selatan, dan core ditempatkan pada sisi timur dan barat. Penerapan ini juga dapat diterapkan pada daerah beriklim sejuk

    2. Menetukan Orientasi

    Bangunan tingkat tinggi mendapatkan penyinaran matahari secara penuh dan radiasi panas. Orientasi bangunan sangat penting untuk menciptakan konservasi energi. Secara umum, susunan bangunan dengan bukaan menghadap utara dan selatan memberikan keuntungan dalam mengurangi insulasi panas.Orientasi bangunan yang terbaik adalah meletakkan luas permukaan bangunan terkecil menghadap timur – barat memberikan dinding eksternal pada luar ruangan atau pada emperan terbuka. Kemudian untuk daerah tropis peletakan core lebih disenangi pada poros timur-barat. Hal ini dimaksudkan daerah buffer dan dapat menghemat AC dalam bangunan.

    3. Penempatan Bukaan Jendela

    Bukaan jendela harus sebaiknya menghadap utara dan selatan sangat penting untuk mendapatkan orientasi pandangan. Jika memperhatikan alasan easthetic, curtain wall bisa digunakan pada fasad bangunanyang tidak menghadap matahari. Pada daerah iklim sejuk, ruang transisional bisa menggunakan kaca pada bagian fasad yang lain maka teras juga berfungsi sebagai ‘ruang sinar matahari’, berkumpulnya panas matahari, sperti rumah kaca. Penempatan bukaan jendela pada bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 13 berikut ini.


    Menggunakan kaca jendela yang sejajar dengan dinding luar dengan menggunakan kaca dengan sistem Metrical Bioclimatic Window (MBW). MBW didesain sebagai sistem elemen dengan fungsi yang dikhususkan untuk ventilasi, perlindungan tata surya, penerangan alami, area visualisasi, dan kebebasan pribadi serta sistem luar yang aktif.
    Sistem MBW disadur dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem ini bermaksud mengatur kondisi ternal ruangan dengan menggunakan maksud bioklimatik teknik, yaitu :
    · Penurunan perolehan panas oleh radiasi surya.
    · Control perolehan panas oleh konveksi dan penggunaan ventilasi silang ataupun dengan pemilihan cerobong asap.
    Dengan penggunaan teknik diatas, maka pencahayaan lebih maksimal dan udara pada malam hari dapat menjadi lebih sejuk.

    4. Penggunaan Balkon




    Menempatkan balkon akan membuat area tersebut menjadi bersih dari panel – panel sehingga mengurangi sisi panas yang menggunakan panas. Karena adanya teras – teras yang lebar akan mudah membuat taman dan menanam tanaman yang dapat dijadikan pembayang sinar yang alami, dan sebagai daerah fleksibel akan mudah untuk menambah fasilitas – fasilitas yang akan tercipta dimasa yang akan datang.

    5. Membuat ruang Transisional

    Menurut Yeang, ruang transisional dapat diletakkan ditengah dan sekeliling sisi bangunan sebagai ruang udara dan atrium. Ruang ini dapat menjadi ruang perantaran antara ruang dalam dan ruang luar bangunan. Ruang ini bisa menjadi koridor luar seperti rumah – rumah toko tua awal abad sembilan belas di daerah tropis. Membuat ruang transisional pada fasad bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 15 berikut ini.

    MenurutYeang, penempatan teras pada bagian dengan tingkat panas yang tinggi dapat mengurangi penggunaan panel – panel anti panas. Hal ini dapat memberikan akses ke teras yang dapat juga digunakan sebagai area evakuasi jika terjadi bencana seperti kebakaran. Penggunaan balkon pada bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 14 berikut ini.Atrium sebaiknya tertutup, tetapi diletakkan diantara ruangan. Puncak bangunan sebaiknya dilindungi oleh sirip – sirip atap yang mendorong angin masuk kedalam bangunan. Hal ini juga bisa di desain sebagai fungsi Wind scoopsuntuk mengendalikan pengudaraan alami yang masuk kedalam bagian gedung.

    6. Desain Pada Dinding

    Penggunaan mebran yang menghubungkan bangunan dengan lingkungan dapat dijadikan sebagai kulit pelindung. Pada iklim sejuk dinding luar harus dapat menahan dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas. Pada kasus ini, dinding luar harus seperti pelindung insulasi yang bagus tetapi harus dapat dibuka pada musim kemarau. Pada daerah tropis dinding luar harus bisa digerakkan yang mengendalikan dan cross ventilation untuk kenyamanan dalam bangunan. Desain dinding pada bangunan bioklimatik.


    7. Hubungan Terhadap Landscape

    Menurut Yeang, lantai dasar bangunan tropis seharusnya lebih terbuka keluar dan menggunakan ventilasi yang alami karena hubungan lantai dasar dengan jalan juga penting. Fungsi atrium dalam ruangan pada lantai dasar dapat mengurangi tinggkat kepadatan jalan. Tumbuhan dan lanskap digunakan tidak hanya untuk kepentingan ekologis dan eastetik semata, tetapi juga membuat bangunan menjadi lebih sejuk. Hubungan terhadap landscape dapat dilihat pada gambar 17 berikut ini.


    Mengintegrasikan antara elemen boitik tanaman dengan elemen boitik, yaitu : bangunan. Hal ini dapat memberikan efek dingin pada bangunan dan membantu proses penyerapan O2 dan pelepasan CO2.

    8. Menggunakan Alat Pembayang Pasif

    Menurut Yeang, pembayang sinar matahari adalah esensi pembiasan sinar matahari pada dinding yang menghadap matahri secara langsung (pada daerah tropis berada disisi timur dan barat) sedangkan croos ventilationseharusnya digunakan (bahkan diruang ber-AC) meningkatkan udara segar dan mengalirkan udara panas keluar. Penggunaan alat pembayang pasif dapat dilihat pada gambar 18 berikut ini



    Pemberian ventilasi yang cukup pada ruangan dengan peraturan volumetric aliran udara. Dengan adanya ventilasi, maka udara panas diatas gedung dapat dialirkan kelingkungan luar sehingga dapat menyegarkan ruangan kembali.

    9. Penyekat Panas Pada Lantai

    Menurut Yeang, insolator panas yang baikpada kulit bangunan dapat mengurangi pertukaran panas yang terik dengan udara dingin yang berasal dari dalam bangunan. Karakterisitk thermal insulation adalh secara utama ditentukan oleh komposisinya. Denga lasan tersebut maka thermal insolation dibagi menjadi lima bagian utama, walaupun banyak insulator yang utama kerupakan turunan produk jenis – jenis ini. Penyekat panas pada lantai bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 19 berikut ini.
    Lima jenis utama, adalah :
    · Flake (serpihan)
    · Fibrous (berserabut)
    · Granular (butiran – butiran)
    · Cellular (terdiri dari sel)
    · Reflective (memantulkan)




    Struktur massa bangunan bekerja melepas panas pada siang hari dan melepas udara dingin pada siang hari. Pada iklim sejuk struktur bangunan dapat menyerap panas matahari sepanjang siang hari dan melepaskannya pada siang hari. Solar window atau solar-collector heat ditempatkan didepan fisik gedung untuk menyererap panas matahari.

    Sumber: ozhuarch-2806.blogspot.com/ arsitektur Bioklimatik

    Selasa, 22 September 2015

    8 Restoran dengan Konsep yang Sangat Unik

    Apakah kamu pernah mendengar tentang makan malam sambil duduk di kursi toilet atau makan dalam kegelapan hanya menggunakan indera rasa dan bau ? atau makan di tempat yang penuh dengan kejutan dan petualangan ?. Nah, beberapa restoran unik ini adalah yang paling tidak biasa dan menarik. Restoran berikut menawarkan lebih dari sekedar makan malam, mereka memberikanmu sebuah pengalaman dan inspirasi yang menarik dari makan malam di sebuah tempat yang akan selalu berkesan.
    1. Magic Restroom Cafe – Restoran Kursi Toilet  (Los Angeles, U.S.)

    1. Magic Restroom Cafe – Restoran Kursi Toilet  (Los Angeles, U.S.)

    Sihir Restroom Cafe adalah restoran pertama yang bertema toilet di Amerika dan resmi dibuka pada 11 Oktober 2013. Konsepnya adalah restoran dengan toilet duduk sebagai pengganti kursi. Ini menarik dan unik. Terasa aneh untuk makan di lingkungan yang sama sekali berbeda dan secara alami tidak dimaksudkan untuk makan, tapi makanan yang disajikan di sini sangat baik dan tentunya higenis.

    2. ALCATRAZ E.R – Restoran Rumah Sakit - Penjara (Shibuya, Jepang)

    2. ALCATRAZ E.R – Restoran Rumah Sakit - Penjara (Shibuya, Jepang)

    ALCATRAZ ER adalah restoran bertema rumah sakit dan penjara di kota Tokyo. Dengan semua hal-hal aneh tentunya. Ini adalah salah satu restoran Jepang yang populeryang menampilkan lingkungan penjara dan rumah sakit yang penuh dengan unsur medis. Ada makanan yang disajikan di jarum suntik, manekin dan tabung kimia untuk memberikan pengalaman yang berbeda.

    3. Modern Toilet – Restoran Toilet (Taiwan, China)

    3. Modern Toilet – Restoran Toilet (Taiwan, China)

    Restoran bertajuk Toilet modern ini adalah bagian dari restoran di Taiwan dan China yang buka mulai dari tahun 2004. Awalnya bernama Marton Restoran kemudian berubah menjadi restoran Toilet Modern dan sejumlah restoran Modern Toilet lainnya dibuka di Taiwan dan Cina sejak tahun 2004. Sebagai restoran bertema kamar mandi, makanan akan disajikan di mangkuk berbentuk mirip toilet di atas meja kaca yang mirip dengan meja yang ada di kamar mandi.

    4. NINJA Akasaka – Restoran Ninja Atraktif (Jepang)

    4. NINJA Akasaka – Restoran Ninja Atraktif (Jepang)

    Restoran NinjaAkasaka adalah restoran bertema pada Ninjayang terkenal di jepang. Apa yangbegitu aneh di sini adalah makan dalam kegelapan dan ada Ninja berkerudung yang membawakan makanan pada pengunjung. Ninja membawa pengunjung ke ruang makan di sebuah gua. Jalan menuju meja makan dibuat dengan banyakkejutan dan pengunjung hanya diterangi denganobor.

    5. Cave Restaurant & Resort – Restoran Gua (Richland, Missouri, Amerika)

    5. Cave Restaurant & Resort – Restoran Gua (Richland, Missouri, Amerika)

    Restoran Gua, itulah namanya untuk restoran yang tampil seperti sebuah gua memberikan pengunjungpengalaman seperti berada di petualangan dunia purba. Pengelola telah menciptakan lingkungan yang tidak biasa dengan interior yang nampak alami layaknya gua sungguhan. Restoranini berbasis di Missouri, Amerika.



    6. Ninja NY – Restoran Nuansa Ninja Jepang (New York, Amerika)

    6. Ninja NY – Restoran Nuansa Ninja Jepang (New York, Amerika)

    Ninja NY adalah satu lagi restoran bertema Ninja di New York, Amerika. Ini adalah restoran yang  lucu, menarik dan menyenangkan. Restoran untuk makan malam ini dilayani oleh Ninja layaknya di jepang. Restoran ini berlokasi di kota New York. 

    7. Opaque – Makan dalam Gelap (Los Angeles, San Francisco, San Diego, New York, Dallas)

    7. Opaque – Makan dalam Gelap (Los Angeles, San Francisco, San Diego, New York, Dallas)

    Nikmati cara yang baru menikmati makanan ditempat gelap. Ini merupakan sebuah restoran bertemakan kegelapan yang melayani pengunjung di Amerika. Di restoran ini pengunjung harus membayangkanmakanan dengan bantuan indera lain seperti orang buta.

    8. Casa Bonita – Restoran ala Mexico (Lakewood, Colorado)

    8. Casa Bonita – Restoran ala Mexico (Lakewood, Colorado)

    Casa Bonita menawarkan banyak petualangan pada interiornya seperti air terjun 30 kaki, wahana menyelam dan makanan khas Meksiko. Casa Bonita adalah sebuah restoran Meksiko bertema petualangan yang berlokasi di Lakewood, Colorado.
    Nah demikian restoran unik semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi :)

    contoh 3



    Pondasi merupakan tahap awal dalam membangun sebuah bangunan. Pondasi berasal dari kata foundation, dalam bahasa keseharian masyarakat Indonesia pada umumnya menggukan kata fondasi atau lebih sering disebut pondasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:414) yang menyatakan bahwa pondasi merupakan dasar bangunan yang kuat dan biasanya terletak di bawah permukaan tanah tempat bangunan didirikan.

    Secara garis besar, struktur bangunan dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu struktur bangunan di dalam tanah dan struktur bangunan di atas tanah. Struktur bangunan di dalam tanah sering disebut struktur atas, sedangkan struktur bawah dari suatu bangunan biasa disebut sebagai pondasi/fondasi yang memiliki fungsi untuk memikul beban bangunan di atasnya.
    Pondasi harus diperhitungkan untuk dapat menjamin kestabilan Bangunan terhadap berat sendiri, beban - beban bangunan, gaya-gaya luar seperti : tekanan angin, gempa bumi, dan lain-lain.
    Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya. Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi:
    a.       Keadaan tanah pondasi
    b.      Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
    c.       Keadaan daerah sekitar lokasi
    d.      Waktu dan biaya pekerjaan
    e.       Kokoh, kaku dan kuat


    Minggu, 08 Februari 2015

    Sistem Pencahayaan Buatan

    Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan di ruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu:

    A. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)

    Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi. Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan

    B. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)

    Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih effisien pemantulan antara 5-90%

    C. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)

    Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangka sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.

    D. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)

    Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.

    E. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)

    Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.

    Faktor – Faktor Pencahayaan Buatan

    Menurut Suma’mur PK (1998:10) ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pencahayaan buatan antara lain:
    1. Pembagian lumensi dalam lapangan penglihatan
      Lapangan penglihatan yang baik adalah dengan kekuatan terbesar ditengah pada daerah kerja yang dilakukan. Perbandingan terbaik antara lumensi pusat, daerah sekitar pusat dan lingkungan sekitarnya adalah 10:3:1. Kondisi penerangan dinyatakan baik atau tidak bila memenuhi syarat jika perbedaan lumensi melebihi perbandingan 40:1 baik di lapangan penglihatan pekerjaan maupun terhadap lingkungan luar.
    2. Kesilauan
      Terjadi bila perbedaan penyebaran luminensi melebihi perbandingan 40:1, namun pada umumnya terjadi karena keterbatasan kemampuan penglihatan.Kepekaan retina seluruhnya menyesuaikan dengan luminensi rata-rata sehingga pda lapangan penglihatan dengan luminensi berbeda, retina terlalu peka untuk luminensi yang tinggi, tetapi sangat kurang peka untuk daerah yang samar-samar.
    3. Arah Cahaya
      Sumber cahaya yang cukup jumlahnya sangat berguna dalam mengatur pencahayaan yang baik. Cahaya dari berbagai arah dapat meniadakan gangguan oleh bayangan.
    4. Warna Cahaya
      Warna cahaya dan komposisi spektrumnya sangat penting dalam membandingkan dan mengkombinasikan warna-warna dalam lingkungan kerja atau tempat kerja sebagai akibat pencahayaan yang menentukan rupa dari lingkungan. Dengan adanya kombinasi tata warna dan dekorasi yang serasi maka akan menimbulkan suasana kerja yang nyaman sehingga kegairahan kerja akan meningkat.
    5. Panas akibat sumber cahaya.
      Baik sumber pencahayaan alam maupun pencahayaan buatan dapat menimbulkan suhu udara di tempat kerja. Pertambahan suhu yang berlebihan dapat mengakibatkan ketidaknyamanan bekerja dan akan merupakan beban tambahan.

    Jenis Lampu Sumber Penerangan Buatan

    Menurut Siswanto (1989:22) ada 3 jenis lampu sebagai sumber penerangan buatan yaitu:

    1. Lampu Pijar (Incandescent Lamp)

    clip_image003
    Gambar Lampu Pijar
    Sumber : google.com
    Cahaya sebagian besar terdiri dari infra merah yang dapat mencapai 75- 80% sedangkan ultra violet pada lampu pijar umumnya diabaikan. Pemanfaatan lampu pijar sebagai sumber penerangan buatan mempunyai kerugian yaitu memancarkan radiasi dan suhu permukaan dapat mencapai 60° C atau lebih sehingga ruangan terasa tidak nyaman dan lampu pijar memberikan kesan psikis hangat karena warna cahayanya kuning kemerahan.

    2. Lampu Pelepasan Listrik Bertekanan Rendah (Electric Dicharge Lamp atau Flourescen Lamp)

    clip_image006Gambar Lampu Flourence
    Sumber : google.com
    Lampu jenis ini lebih dikenal dengan nama lampu fluorescent atau lampu TL (Tube Lamp), cahayanya berasal dari proses transformasi energi listrik menjadi ultra violet pada saat aliran listrik melalui gas-gas misalnya Argon, Neon, uap Mercuri, tergantung dari zat-zat fluorescent maka lampu TL dapat dibuat sehingga cahayanya menyerupai cahaya lampu pijar, cahaya matahari.

    3. Lampu Pelepasan Listrik Bertekanan Tinggi (Mercury Vapor Lamp)

    clip_image008
    Gambar Lampu Mercury Vapor
    Sumber : google.com
    Secara prinsip lampu ini sama dengan lampu TL, tetapi dengan tekanan tinggi radiasi cahayanya tergantung dari jenis gas dan tekanan yang diisikan. Pada lampu Mercuri memancarkan cahaya dalam empat panjang gelombang yang berwarna ungu, biru, kuning, dan hijau.
    Warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu mercuri adalah tergantung oleh tekanan uapnya. Lampu mercuri
    dapat dikombinasikan dengan lampu
    pijar atau lampu tabung mercuri diberi lapisan zat fosfor untuk mengubah radiasi ultra violet menjadi cahaya yang berwarna merah. Lampu ini dapat menurun sampai 30%. Bila mengalami kenaikan diatas 5% maka lampu akan rusak karena panas.

    4. Lampu spot light

    clip_image011
    Gambar Lampu Spot Light
    Sumber : google.com
    Lampu spot light merupakan jenis lampu sorot yang yang berguna untuk membuat kesan lebih kuat pada daerah yang disorot, sekaligus mengurangi daerah lain yang tidak dapat sorotan. Bila anda mempunyai lukisan dan ingin menonjolkan kesan yang kuat pada lukisan abstrak tersebut, anda dapat mengarahkan lampu sorot spot light ke lukisan tersebut.
    Ada berbagai macam lampu spot light, anda bisa memilihnya yang sesuai dengan keinginan anda atau yang sesuai dengan dekorasi interior anda. Lampu Spot light adalah jenis lampu yang sangat berperan dalam dekorasi yang cantik.
    Penggunaan lampu untuk desain interior rumah kini semakin banyak digunakan, karena efek pencahayaan dari lampu sorot halogen tidak biasanya, sinar lampu halogen mampu mengubah suasana ruangan menjadi istimewa.Lampu sorot halogen pada umumnya mempunyai reflektor (cermin dibelakangnya) tuk memperkuat cahaya yg keluar. Fittingnya biasanya khusus, namun saat ini ada pula yg dengan jenis fitting biasa.
    Lampu sorot halogen merupakan lampu spot yg baik. dimana Lampu spot adalah lampu yg cahayanya mengarah ke satu area saja, misalnya lampu tuk menerangi benda seni secara terfokus. Lampu sorot halogen biasanya sangat baik tuk digunakan sebagai penerangan taman tuk membuat kesan dramatis dari pencahayaan terpusat seperti menerangi patung, tanaman, kolam atau area lainnya. Jenis lampu ini sebenarnya
    merupakan lampu filamen yg sudah berhasil dikembangkan menjadi lebih terang, namun juga kebutuhan energi (watt) yg relatif sama.
    Warna cahaya lampu sorot halogen adalah: Lampo sorot halogen biasa: kuning 3'000 K
    Lampo sorot halogen high pressure: putih 6'000 K
    clip_image013
    Gambar Lampu Sorot Halogan
    Sumber : google.com