Tampilkan postingan dengan label Wawasan Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juli 2014

Catatan Kuliah: Asas Perancangan Arsitektur

Tulisan ini adalah tugas akhir semester yang saya buat untuk mata kuliah Asas Perancangan Arsitektur.

Asas Perancangan Arsitektur

Merancang adalah sebuah proses.  Bagi seorang perancang, asas perancangan merupakan salah satu ‘senjata’ dalam proses tersebut. Asas menjadi semacam landasan pemikiran bagi perancang dalam menentukan gagasan rancangannya, juga sebagai pedoman dan pengarah bagi proses merancang. Asas-asas tersebut antara lain asas estetika, asas fungsional, asas rasional, asas simbolik, dan asas psikologik.
Asas estetika sangatlah erat hubungannya dengan aspek venustas dari arsitektur yang diungkapkan oleh Vitruvius. Penekanannya terutama pada wujud arsitektur sebagai objek rupa yang terkait dengan impresi visual. Sebuah objek arsitektur dibuat estetis melalui penataan bentuk,  bahan (warna/  tekstur),  ukuran, dan  letak, dengan memperhatikan prinsip-prinsip unity, order, dan coherence.
bird nest staidium, bird nest olympic, beijing 2008, olympic, stadium, stadion, stadion sarang burung
Bird Nest Olympic Stadium di Beijing, dibangun sebagai sebuah grand architectural statement dari Kota Beijing sebagai penyelenggara olimpiade kala itu.
sumber gambar:http://th02.deviantart.net/fs25/PRE/f/2008/084/7/e/Olympic_Bird__s_Nest_Stadium_by_lattin1.jpg
Asas fungsional arsitektur menurut pemikiran Mayall mengedepankan fungsi dan peran arsitektur, bagaimana arsitektur itu bertugas dan apa perannya bagi manusia dan dunia. Asas fungsionalitas dalam hal ini sering dirancukan dengan asas utilitarianism yang mengedepankan guna arsitektur. Padahal, fungsi dan guna merupakan dua hal yang berbeda. Fungsi arsitektur lebih cenderung kepada tujuan dibuatnya arsitektur itu sendiri, sebagai contoh sebagai sebuah tempat berlindung, sebagai sebuah pernyataan status, sebagai cerminan budaya, sebagai penanda waktu, sebagai penanda kekuasaan, dsb. Sementara guna lebih merujuk kepada bagaimana arsitektur itu dimanfaatkan oleh manusia, apakah ia menjadi sebuah rumah tinggal, rumah sakit, bank, kantor, sekolah, dsb. Asas fungsional sendiri meliputi sepuluh prinsip perancangan, yakni principle of totality, time, value, resources, synthesis, iteration, change, relationships, competence, dan service.
le corbusier, villa savoye, contoh asas rasional, arsitektur rasional, arsitektur modern, modern architecture, rational architecture
Villa Savoye, karya rancang Le Corbusier yang ternama dan sarat dengan asas rasional dalam konsepnya.
sumber gambar: http://www.ville-poissy.fr/uploads/pics/villa_savoie2.jpg
Asas berikutnya, yakni asas rasional, menekankan pada fungsi arsitektur sebagai sebuah wadah aktifitas manusia serta mengedepankan prinsip-prinsip rasionalitas. Sebagai sebuah wadah, maka ia dapat menjadi penyesuai perilaku manusia yang beraktifitas di dalamnya. Pengolahan ruang yang terjadi banyak dipengaruhi pemikiran bagaimana nantinya ruang itu akan digunakan dan bagaimana arsitektur memenuhi kebutuhan ruang tersebut dengan efektif dan efisien. Penerapan asas rasional sendiri sebagian besar dapat ditemukan pada bangunan berlanggam modern.
piramida louvre, louvre pyramid, musee du louvre, perancis, paris, france, architecture grande, pyramid, glass panel, steel frame
Piramida Louvre, penerjemahan kembali kemegahan masa lampau melalui bentuk piramid dan teknik konstruksi modern.
sumber gambar: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/ff/Louvre-Bannenhaff-mat-Pyramid–w.jpg
Selanjutnya, asas simbolik merupakan asas yang menyertakan sejarah dalam proses merancangnya. Namun, sejarah yang dimaksud di sini bukanlah sejarah yang terkait peristiwa maupun identitas lokal, melainkan kenangan-kenangan akan arsitektur masa lalu yang dibangkitkan lagi melalui karya-karya masa kini. Asas simbolik ini erat hubungannya dengan fungsi arsitektur sebagai sebuah penyampai pesan. Dan penyelesaiannya tentu tidak akan lepas dari upaya agar pesan tersebut dapat ditangkap oleh orang yang mengapresiasinya.Dengan demikian, salah satu penekanan pada asas ini adalah wujud objek, bukannya bentuk seperti pada asas rasional yang mengedepankan keefektifan ruang terkait guna bangunan.
Yang terakhir, asas psikologik. Asas ini berusaha menggabungkan antara asas rasional dan simbologi. Dalam asas ini, pemakai karya rancangan dapat berpartisipasi dalam rancangannya. Asas psikologik berupaya menimbulkan respon dari pengguna dan merangsang fantasinya. Gubahan-gubahan dalam asas ini akan turut mempengaruhi pola perilaku manusia.
Meskipun ada banyak asas dalam perancangan arsitektur yang kelihatannya terpisah, dalam penerapannya, masing-masing asas tersebut tetap memiliki andil dalam membentuk suatu karya arsitektur. Karena, penggunaan asas dalam merancang bukanlah suatu pilihan, melainkan prioritas. Sehingga, bukan tidak mungkin suatu karya arsitektur melibatkan masing-masing asas tersebut dalam proses perancangannya, hanya saja dalam porsi yang berbeda-beda, yang satu mungkin lebih menonjol daripada yang lain. (*)

Minggu, 08 September 2013

Efek Psikologis dan Karakter Warna

Saat masih kecil, jadwal tetap saya tiap hari Minggu pagi adalah duduk manis di depan televisi dan menonton tayangan anak-anak seharian. Sebagai angkatan ’90-an, tontonan favorit saya salah satunya ya ini, Power Rangers:

power rangers, lima pahlawan, super hero, warna-warni, mighty morphin, power rangers in action, power rangers formation


Yang saya tampilkan di atas adalah Mighty Morphin Power Rangers (serial power rangers pertama yang saya tonton). Meskipun versi keseluruhannya ada banyak sekali, Power Rangers selalu tampil dengan ciri khas yang konsisten: lima orang jagoan dengan kostum warna-warni. Warna yang mereka pakai jadi semacam identitas (seperti posisi pemimpin yang selalu dipegang ranger merah dan warna pink yang selalu dipakai ranger perempuan).

Tapi saya bukan mau membahas tentang Power Rangers, melainkan tentang warna. Bukan hanya bagi Power Rangers, warna juga penting bagi para desainer. Sebagai sebuah komponen visual, warna tidak hanya memperindah tampilan, tapi juga membawa karakter dan menstimulasi efek psikologis tertentu bagi pengguna atau pengamat sebuah rancangan. Contohnya, warna merah yang berkesan dinamis, enerjik, dan membangkitkan semangat. Atau warna biru yang memberi kesan teduh, tenang, dan dingin. Beda warna, beda karakter. Beda pula efeknya secara psikologis. Nah, untuk tahu lebih lanjut tentang efek psikologis dan karakter warna, berikut penjelasannya:

Putih
Memberi arti keaslian, kesan ringan, polos dan murni. Bila terlalu banyak, menimbulkan perasaan dingin, steril, dan terisolasi.

Merah Muda
Melambangkan kasih sayang dan perasaan romantis, kesan lembut serta sosok orang muda bahkan anak-anak.

Merah
Memberi kesan dinamis, enerjik, komunikatif, aktif, bersemangat, sensual, mewah, dan bersifat menstimulasi. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku agresif.

Oranye
Menggambarkan sosialisasi yang bersahabat, percaya diri, ramah dan kesan penuh harapan, kreativitas serta vitalitas. Bila terlalu banyak, bisa merangsang perilaku hiperaktif.

Kuning
Mampu memancarkan kehangatan, cahaya dan cerah, memberi inspirasi, mendorong ekspresi diri maupun kemampuan intelektual.

Ungu
Dekat dengan aura spiritualitas, magis, misterius, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, menambah imajinasi, sensitivitas dan obsesif.

Biru
Menghadirkan kesan teduh, dingin, hening, damai, tentram, harmonis, dan merangsang kemampuan intuitif. Namun, bila terlau banyak, bisa menimbulkan kelesuan.

Hijau
Menyiratkan kesan alamiah, segar, tenang, sejuk, mendorong perasaan empati, meredakan stress dan menyembuhkan. Tapi bila terlalu banyak bisa menimbulkan kesan terperangkap.

Cokelat
Berkesan natural, membumi, stabil, menghadirkan kenyamanan, keyakinan, keamanan, kesan elegan dan akrab. Bila terlalu banyak bisa berkesan berat atau kaku.

Hitam
Mengandung kekuatan, penuh percaya diri, kesan maskulin, dramatis, penuh perlindungan, klasik dan megah. Bila terlalu banyak bisa menimbulkan perasaan tertekan.

Abu-abu
Menggambarkan kesan serius, damai, independen, dan luas. Bila terlalu banyak, bisa memberi kesan tidak komunikatif.



Kombinasi Warna

Untuk menghindari kesan monoton, satu warna bisa dikombinasikan dengan warna-warna lainnya. Ada beberapa pola kombinasi warna yang bisa dipakai. Untuk mudahnya, pergunakanlah color wheel atau roda warna seperti pada gambar di bawah ini.



Kombinasi yang pertama adalah kombinasi kontras atau komplementer. Pola ini menggabungkan warna-warna yang letaknya berseberangan pada roda warna, seperti biru-kuning, merah-hijau, dsb. Gabungan warna seperti dapat memberi karakter yang dinamis dan kuat.

Berikutnya adalah kombinasi analog, yakni gabungan antara warna-warna yang karakternya mirip atau berdekatan, letaknya bersebelahan pada roda warna, misalnya kuning-oranye, biru-hijau, dsb. Pola ini dapat memunculkan kesan harmonis.

Selanjutnya, kombinasi monokromatis yang memadukan warna dari spektrum yang sama, namun intensitasnya berbeda-beda. Contohnya, sebuah pola warna yang merupakan gradasi dari warna ungu yang sangat tua sampai ungu yang sangat muda.

Terakhir adalah kombinasi kompleks yang memadukan warna apa saja. Kunci dari kombinasi ini adalah kuantitas warna yang dipakai. Untuk menghindari kesan monoton, gunakan satu warna yang dominan dan yang lain hanya sebagai aksen.

Diolah dari Majalah ASRI edisi no. 02 Februari 2011


Rabu, 24 Juli 2013

Alat Gambar Dasar Bagi Mahasiswa Arsitektur

Seorang prajurit pasti selalu membekali diri dengan senjata untuk bisa bertahan dalam peperangan, entah itu pedang, tombak, panah, atau berbagai jenis persenjataan lain. Demikian pula seorang arsitek, atau dalam tahapan saya, mahasiswa arsitektur. Selayaknya seorang prajurit yang “bertempur” di atas kertas gambar, sudah sepatutnya mahasiswa arsitektur pun mempersenjatai diri dengan perlengkapan gambar yang mumpuni.

Alat-alat gambar sendiri sebenarnya sangat beraneka macam jenisnya, tergantung kebutuhan gambar yang ingin dihasilkan. Semakin bagus gambar yang ingin dihasilkan, tentu alat gambar yang digunakan akan semakin advance. Namun, perlu diingat, secanggih atau sebagus apapun alat gambarnya, keterampilan pemakainya tetap menjadi kunci utama dalam menghasilkan gambar yang ciamik.

Nah, yang akan saya bahas dalam artikel ini adalah alat-alat gambar yang paling dasar yang banyak digunakan dalam semester-semester awal perkuliahan di jurusan arsitektur. Yang canggih-canggih nanti kalau sudah berpengalaman pasti tahu sendiri. Hehehe.. Berikut perlengkapan gambar tersebut:

1. Pensil
Jenis pensil ada bermacam-macam, dibagi berdasarkan kekerasan dan kehitaman isi pensilnya. Untuk membedakan jenis pensil yang satu dengan yang lain digunakan kode berupa huruf dan angka. Kode huruf untuk menunjukkan kekerasan isi pensil, seperti H (hard), B (bold), atau F (firm). Sementara kode angka digunakan untuk menunjukkan tingkatannya. Pensil 9H merupakan pensil yang paling keras, diikuti 8H, 7H, dan seterusnya sampai yang paling lunak adalah pensil 6B. Selain itu ada juga pensil EE yang isi pensilnya arang, sehingga kehitaman yang dihasilkan pun berbeda.

alat gambar arsitektur, alat tulis, pensil hb, pensil staedler, pensil, pencil, hb pencil, blue pencil, pencil tip, ujung pensil, pensil biru

Berikut ini adalah sedikit tentang karakter isi pensil yang saya cuplik dari buku GrafikArsitektur karya Frank D. K. Ching:

4H
- keras dan padat
- digunakan untuk menggambar rencana yang menuntut ketelitian tinggi
- tidak cocok untuk gambar yang firal
- tidak boleh ditekan terlau kuat sewaktu menggambar karena akan meninggalkan bekas di atas kertas dan sukar dihapus
- jika dipakai untuk meggambar di atas kertas kalkir, hasil cetak birunya tidak jelas

2H
- agak keras
- jenis yang paling keras yang bisa dipakai untuk gambar final
- sukar dihapus jika ditekan terlalu kuat

F dan H
- sedang
- cocok untuk segala keperluan
- dipakai untuk membuat rencana, gambar final, dan menulis

HB
- lunak
- dipakai untuk membuat garis dan tulisan yang besar/lebar dan jelas
- perlu kesabaran untuk membuat garis-garis yang halus
- mudah dihapus
- hasil cetak birunya cukup baik
- mudah luntur bila kena gesekan

2. Drawing Pen
Sama seperti pensil, drawing pen pun ada bermacam-macam jenisnya, dibedakan berdasarkan ukuran ujung penanya. Untuk membedakan, digunakan kode berupa angka, mulai dari 0.05, 0.1, 0.2, dst. Semakin besar angkanya, maka garis yang dihasilkan semakin tebal atau besar pula. Selain ukuran pensil, tebal-tipisnya garis juga ditentukan oleh penekanan tangan kita ketika menggunakan pena.

alat gambar arsitektur, drawing pen, tip size, ink pen, ukuran pena gambar, drwing pen hitam, jenis-jenis drawing pen

alat gambar arsitektur, drawing pen 0.3

Selain drawingpen, di pasaran ada juga caligraphy pen. Saya dulu sempat salah beli caligraphy pen karena bentuknya yang nyaris sama. Bedanya, ujung pena caligraphy pen agak memipih karena digunakan untuk membuat efek garis tebal tipis yang menerus seperti halnya pada kaligrafi. Untuk menggambar arsitektur, terutama gambar teknik, tentu caligraphy pen ini tidak dibutuhkan. Jadi, telitilah membaca label pena terlebih dahulu supaya tidak salah beli.

3. Penggaris
Di pasaran, ada banyak penggaris beraneka bentuk dan bahan yang ditawarkan. Untuk menggambar, yang paling pas dipakai adalah penggaris dari bahan mika. Penggaris berbahan besi baik dipakai untuk mengerjakan maket, terutama sebagai alat bantu memotong bahan.

alat gambar arsitektur, pensil dan penggaris, ujung pensil, penggaris mika

Penggaris biasa yang lurus biasanya memiliki beberapa pilihan ukuran, mulai dari yang kecil 10 atau 15 cm sampai ada juga yang mencapai 1 m. Sedikit berbagi pengalaman pribadi, awalnya saya cuma membeli penggaris ukuran 60 cm dengan pertimbangan kalau ada yang ukurannya lebih panjang, kenapa beli yang pendek juga, toh sudah ter-cover ukurannya. Tapi, setelah dipakai, baru saya sadari bahwa menggunakan penggaris yang terlalu panjang untuk membuat garis yang pendek ternyata tidak efektif juga. Selain lebih repot, kadang-kadang garisnya pun jadi tidak akurat lurus karena penggaris yang kepanjangan tadi suka bergeser saat kita menarik garis. Jadi, yang paling aman adalah memiliki beberapa penggaris bermacam ukuran untuk membuat garis dengan jangkauan panjang yang berbeda-beda pula.

alat gambar arsitektur, penggaris segitiga, hand grip, triangular ruler


cara membuat sudut menggunakan penggaris segitiga, sudut penggaris, how to make angle using triangular ruler


Selain penggaris lurus biasa, ada juga penggaris segitiga siku-siku (dengan sudut 45-45 atau 30-60 derajat) untuk memudahkan membuat sudut siku atau garis sejajar, ada juga penggaris segitiga dengan pegangan (grip) yang cocok digunakan ketika harus menggambar di area gambar yang kritis (misalnya di tepi kertas), juga ada penggaris mal yang membantu memudahkan kita membuat template bentuk-bentuk geometris. Sekali lagi, penggaris mana yang paling baik dipakai adalah penggaris yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri.

alat gambar arsitektur, penggaris mal, pattern ruler, penggaris pola geometris


4. Pensil Warna
Umumnya, pensil warna ada dua jenis, classic color & water color. Pensil warna jenis water color bisa digunakan sebagai pensil warna biasa juga bisa digunakan sebagai cat air ketika disapu dengan air atau kuas basah. Sepertinya lebih praktis ya, dua fungsi dalam satu benda. Tapi, saran saya, kalau memang tidak pernah atau jarang memanfaatkan fitur cat airnya, lebih baik beli yang classic saja. Sebab, pensil warna water color biasanya lebih lunak, sehingga lebih cepat habis dan harus sering-sering diserut saat digunakan. Kecuali Anda memang sering menggunakan fitur cat airnya, mewarnai memakai pensil warna water color menurut saya jatuhnya jadi kurang ekonomis. Kalau lebih sering mewarnai biasa, saran saya lebih baik beli pensil warna classic color saja yang lebih sesuai kebutuhan.

alat gambar arsitektur, pensil warna, classic color, water color, faber castell

Selain pensil, spidol berwarna biasanya juga dipakai. Hanya saja, spidol biasanya dipakai untuk membuat garis yang berwarna (misalnya untuk membedakan garis notasi), bukannya mewarnai bidang karena pasti akan lebih boros. Selain spidol, bisa juga menggunakan drawing pen berwarna (selain hitam).

5. Sketch Book
Kalau jamannya sekolah dulu kita masih pakai buku gambar, sekarang sudah waktunya pakai sketchbook. Selain isinya lebih banyak (jadi tidak usah sering-sering beli), sketchbook pun lebih praktis dan rapi kalau harus dipisah per lembar untuk pengumpulan tugas. Untuk ukuran, sesuaikan dengan ukuran tugas yang sering dikerjakan, saya rasa yang paling umum ukuran A3. Selain itu, tidak ada ruginya juga membeli satu sketch book ukuran A5. Sketch book yang lebih kecil ini praktis dibawa kemana-mana, siapa tahu saja tiba-tiba dapat inspirasi, jadi bisa langsung disketsa.

alat gambar arsitektur, jenis-jenis sketchbook, ukuran sketchbook, a3, a4, a5, buku gambar


Selain sketchbook, buku gambar lain yang mungkin berguna adalah buku gambar milimeter (milimeterblock). Tiap kertasnya sudah dilengkapi garis-garis panduan sampai ukuran 1 mm. Milimeter block sangat membantu untuk membuat sketsa yang terukur atau berskala sebelum dipindahkan ke kertas gambar untuk gambar finalnya.

6. Tabung Gambar
Yang ini memang bukan termasuk alat gambar, malah buat orang-orang malah sering dibuat guyonan sebagai bom. Hehehe.. Tabung gambar ini, buat yang belum tahu, semacam alat simpan, tasnya gambarlah gampangnya. Tabung gambar ini cukup praktis untuk membawa kertas gambar sampai ukuran yang cukup besar (A0, A1, A2, dst.). Saya juga lebih memilih tabung ini untuk membawa kertas ukuran A3 karena biasanya agak sulit nemu tas yang muat kertas atau sketch book A3. Jadi, saya ambil saja beberapa lembar A3 dari sketch book sesuai kebutuhan lantas saya gulung dan masukkan ke dalam tabung.

Selain kertas, tabung gambar ini juga bisa digunakan untuk membawa penggaris yang ukurannya cukup panjang sekalian. Misalnya malas bawa tas lagi, kalau memang masih muat, tabung ini bisa digunakan untuk membawa beberapa alat gambar lainnya seperti pensil, pena, dsb.

alat gambar arsitektur, tabung gambar, paper tube


Tabung gambar ditawarkan dalam beberapa ukuran diameter di pasaran. Harganya memang agak lumayan menguras kantong, terutama di toko alat tulis yang sudah punya nama. Pengalaman saya, di toko alat tulis dekat kampus, harga tabung gambar bisa cuma setengah dari harga yang ditawarkan di toko-toko besar seperti Gramedia atau Togamas, padahal bentuknya ya sama persis. Kalau mau kreatif pun, sebenarnya bisa kok kalau mau membuat tabung gambar sendiri. Saya pernah menjumpai beberapa mahasiswa yang membuat tabung gambar sendiri dari pipa paralon yang diolah sedemikian rupa. Murah tapi tetap fungsional.

Senin, 22 Juli 2013

Pengetahuan Gambar Dalam Arsitektur


Jamannya masih maba dulu, saya merasa kecele ketika ikut kelas Komunikasi Arsitektur. Bayangan tentang dosen yang mengajarkan teknik-teknik bicara atau presentasi di hadapan klien seketika buyar ketika tahu mata kuliah tersebut ternyata malah membahas teknik-teknik menggambar dalam arsitektur. Yah, namanya juga masih baru, saya masih belum ngehbanget kalau media komunikasinya arsitek itu ya gambar.

Peran gambar memang sangat penting dalam memahami arsitektur, karena itulah kali ini saya ingin membagikan sekelumit pengetahuan umum tentang gambar dalam arsitektur, termasuk pengertian atau definisi denah, tampak,potongan, site plan, lay out,dsb.

Secara umum, menurut fungsi dan tujuannya gambar dalam arsitektur dapat dibagi menjadi dua jenis:

1. Gambar Presentasi


gambar presentasi, render, architectural rendering, house, neighborhood, render rumah, gambar rumah, desain rumah 3d, gambar rumah tiga dimensi

sketch, architecture sketch, house sketch, gambar sketsa, sketsa rumah, sketsa pensil, pencil sketch, architectural drawing

Gambar presentasi atau gambar arsitektur memang dibuat untuk keperluan showcase. Oleh sebab itu, ia sengaja dibuat tampak seindah mungkin. Bahkan, tak jarang gambar ini mendapat sentuhan efek dramatis agar lebih tampak impresif. Tujuannya, tentu agar menarik perhatian dan menunjukkan pesona dari arsitektur itu sendiri.

Meskipun demikian, aspek informatif dari gambar tetap harus diperhatikan, karena gambar arsitektur tidak sama dengan lukisan yang cukup indah saja, tapi harus bersifat informatif juga bagi yang mengamati. Misalnya gambar denah, meskipun dalam denah presentasi tidak selalu jelas manampilkan, misalnya, posisi kolom atau material dinding, gambar tersebut tetap harus dapat menunjukkan dengan baik jenis ruang, sirkulasi, dsb.

2. Gambar Teknik
gambar potongan, gambar teknik, potongan rumah, arsitektur, potongan melintang, notasi gambar, notasi material
gambar potongan, gambar teknik, potongan rumah, arsitektur, potongan melintang, notasi gambar, notasi material



gambar teknik arsitektur, detail pondasi batu kali, jenis-jenis pondasi, macam-macam pondasi, material pondasi


Sesuai namanya, gambar teknik atau gambar konstruksi memuat informasi-informasi teknis suatu bangunan dengan lebih mendetail, misalnya material yang dipakai, konstruksi sambungan, posisi kolom-balok, plumbing (perpipaan), kelistrikan, dsb. Gambar seperti ini dipakai sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan di lapangan. Karena fungsinya demikian, tidak seperti halnya gambar presentasi yang memang mengedepankan keindahan, gambar teknik sangat menekankan ketepatan dan kelengkapan gambar.


Denah, Tampak, Potongan

Gambar arsitektur sendiri ada bermacam, seperti denah, tampak, potongan, site plan, &lay out. Berikut adalah penjelasan mengenai gambar-gambar tersebut beserta pengertian atau definisinya.


rumah modern


Denah
Denah adalah tampak atas bangunan yang seolah-olah dipotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 bangunan tersebut. Bagian atas bangunan yang terpotong dihilangkan sehingga bagian lantainya yang terlihat. Level (ketinggian) 0.00 ditentukan oleh arsitek.


gambar arsitektur, architecture drawing, plan, gambar denah, pengertian denah, definisi denah

gambar arsitektur, architecture drawing, plan, gambar denah, pengertian denah, definisi denah

gambar arsitektur, architecture drawing, plan, gambar denah, pengertian denah, definisi denah


Pada gambar denah presentasi, ada yang menggambar bagian dinding yang terpotong dengan diblok warna hitam, sementara kolom diberi warna putih atau warna kontras lain untuk pembedaan. Ada juga yang menggambar dinding hanya dengan satu warna saja. Sementara, pada gambar teknik, karena digunakan untuk pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai pedoman pengerjaan. Untuk teknik penggambaran, bagian denah yang “terpotong” tadi digambar dengan garis yang lebih tebal, sisanya digambar menggunakan garis yang lebih tipis.

Fungsi denah sendiri antara lain untuk menunjukkan:
- fungsi ruang
- susunan ruang
- sirkulasi ruang
- dimensi ruang
- letak pintu dan bukaan
- isi ruang
- fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu


Layout
Secara prinsip, lay out kurang lebih sama dengan denah, hanya saja ia digambarkan mencakup area yang lebih luas. Jadi, tidak hanya menampilkan bangunan, gambar lay out juga dilengkapi dengan lingkungan sekitar bangunan seperti misalnya taman, jalan, dan bangunan-bangunan tetangga.

Kawasan
Gambar layout yang cakupannya sangat luas melebihi kota/desa/wilayah.

Site Plan
Site plan merupakan tampak atas bangunanbeserta lingkungan sekitarnya.

Tampak
Wujud luar fisik bangunan yang tampak secara dua dimensi. Gambar tampak dapat digambar secara plain atau ditambah efek bayangan untuk mempertegas dimensi atau maju mundurnya bidang pada bangunan.
gambar arsitektur, architecture drawing, elevation, gambar tampak, pengertian tampak, definisi tampak

gambar arsitektur, architecture drawing, elevation, gambar tampak, pengertian tampak, definisi tampak

Fungsi gambar tampak antara lain untuk menunjukkan:
- dimensi bangunan
- proporsi
- gaya arsitektur
- warna & material
- estetika

Arah pandang untuk gambar tampak sendiri tidaklah pasti. Bisa disesuaikan arah mata angin (tampak utara, tampak timur, dll.) atau sesuai view tertentu seperi tampak dari danau, tampak dari jalan raya, dsb. Selain itu bisa juga hanya dinamai tampak A, tampak B, dst. sesuai keinginan arsitek yang ditentukan juga pada denah.

Potongan
Gambar dari suatu bangunan yang dipotong vertikal dan memperlihatkan isi atau bagian dalam bangunan tersebut. Bagian bangunan yang dipotong serta arah pandangnya disertakan dalam denah agar gambar keseluruhan dapat dibaca secara komprehensif.

Fungsi potongan antara lain untuk menunjukkan:
- Struktur bangunan
- Dimensi tinggi ruang
gambar arsitektur, architecture drawing, section, gambar potongan, pengertian potongan, definisi potongan

gambar arsitektur, architecture drawing, section, gambar potongan, pengertian potongan, definisi potongan

Untuk kriteria penggambaran, menggambar potongan prinsipnya kurang lebih sama dengan denah, yakni bagian yang terpotong digambar dengan garis tebal dan diberi notasi material bila merupakan gambar kerja.

Potongan umumnya digambar secara dua dimensi. Namun, ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena digambar dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap yang diletakkan di dalam bangunan.


Artikel terkait: 
Alat Gambar Dasar Bagi Mahasiswa Arsitektur