Tampilkan postingan dengan label langgam arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langgam arsitektur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2015

Langgam Arsitektur Tradisional Bali

Definisi :

Arsitektur Tradisional Bali adalah suatu langgam arsitektur tradisional yang lahir di atas landasan konsep spiritual Hindu di lingkungan adat istiadat di Bali, hampir satu milenium telah mampu mengemban fungsi sebagai wadah kehidupan dan penghidupan masyarakat Bali. Arsitektur Bali dikenal dunia luar adalah karena keunikannya. Unik tidaklah harus berarti lebih baik daripada yang lain. Dalam penilaian unik terkadang sesuatu maksud bahwa Bali lain dari pada yang lain. Bali mempunyai nilai-nilai khusus yang didaerah lain tidak dijumpai hal tersebut.

Sejatinya, arsitektur Bali terbagi menjadi 2, yaitu Arsitektur Tradisional Bali dan Arsitektur Bali Kekinian (Kontemporer). Arsitektur tradisional Bali merupakan arsitektur Bali yang original berdasarkan pada asta kosala-kosali meliputi bangunan pemukiman dan ibadah. Sedangkan Arsitektur Bali Kontemporer merupakan Arsitektur Bali yang lebih banyak diterapkan ekspresinya (tampilan luar) tanpa mempertimbangkan dari segi konsep maupun filosofinya.

 

Filosofi :

Filosofi arsitektur Bali mengacu pada konsep keseimbangan dengan Sang Pencipta, sesama manusia dan terhadap alam semesta. sehingga dalam pambangunan tradisional juga terdapat ritual penghormatan kepada Sang Pencipta, penghormatan kepada alam dan syukuran pada sesama.

Gaya Arsitektur Bali yang banyak ditirukan oleh arsitek masa kini merupakan penerapan Arsitektur Bali Kontemporer. Yang diterapkan hanya pada ekspresinya saja, meliputi bentuk geometri, ragam hias, material serta furniture. Namun tidak menggunakan konsep asli seperti asta kosala kosali dan asta bhumi.

Dari segi tampilan, arsitektur Bali juga memiliki aturan yang menjadi landasan menampilkan gaya arsitektur Bali. Aturan yang dimaksud adalah menginterpretasikan bagian-bagian tubuh manusia pada elemen bangunan melalui konsep Tri Angga. Konsep Tri Angga brarti tiga bagian badan, yaitu kepala, badan dan kaki. Konsep lainnya yaitu Hulu Teben, Tri Mandala, Tri Hita Karana dan Manik Ring Cucupu.

Dalam wujud arsitektur Bali, yang dimaksud kepala adalah atap, badan merupakan super struktur sedangkan kaki berarti pondasi dan batur (leveling lantai). Dalam penerapan arsitektur Bali Kontemporer, hal ini masih bisa diterapkan karena bagian-bagian tersebut masih ada dalam bangunan modern walapun dengan fungsi yang berbeda.


Bale Dangin, salah satu wujud arsitektur tradisional Bali asli
Kantor DPRD Buleleng berarsitektur Bali, bentuk penerapan arsitektur Bali di masa kini


Sabtu, 31 Oktober 2015

Langgam Arsitektur Modern Fungsional

Definisi

Perkembangan Arsitektur Modern Fungsionalisme diwarnai dengan anti pada pengulangan bentuk-bentuk lama dengan teknologi baru (beton bertulang, baja). Dan pada awal abad XX terjadi perubahan besar, radikal, cepat, dan revolusioner dalam pola pikir.

Dalam pandangan arsitektur modern (1910-1940-an), terjadi perubahan dalam pola dan konsep keindahan arsitektur, di mana keindahan timbul semata-mata oleh adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan. Oleh karena itu aliran ini disebut sebagai Arsitektur Fungsionalisme atau Rasionalisme (berdasarkan rasio/pemikiran yang logis). Bangunan terbentuk oleh bagian-bagiannya apakah dinding, jendela, pintu, atap, dll tersusun dalam komposisi dari unsure-unsur yang semuanya mempunyai fungsi. ( Sumalyo,Yulianto, 2005).
 

Ciri-ciri

  1. Dalam penerapan konsep Fungsionalisme atau rasionalisme mewujudkan bangunan yang bersih dan murni tanpa hiasan, sederhana berupa komposisi bidang, kotak, balok, dan kubus.
  2. Memandang bahwa seluruhnya merupakan kesatuan bentuk, sehingga disebut arsitektur Cubism.
  3. Aliran ini menekankan pada dimensi waktu dalam bangunan, diwujudkan dengan menyatunya ruang luar-dalam oleh jendela-jendela lebar, jarak antar kolom yang relatif lebar, saling berhubungan secara berkesinambungan.

Tokoh Arsitek dan Karyanya

1. Alvar Aalto - Finlandia Hall


2. Le Corbusier - Villa Savoy
 

Jumat, 30 Oktober 2015

Langgam Arsitektur Modern Organik


Definisi

Arsitektur organik adalah sebuah konsep arsitektur dengan perpaduan ruang dan bentuk. Ruang menjadi pusat pemikiran. Arsitektur organik secara konseptual menggabungkan konsep tempat tinggal manusia dengan lingkungan alam (From Wikipedia).

Salah satu arsitek pelopornya yaitu Frank Lloyd Wright. Wright sejak awal perancangan, dipandang sebagai media dari berbagai intensitas kegiatan, mempunyai karakter psikologis, nilai dan bertujuan mengangkat harkat aktivitas manusia. Museum Guggenheim merupakan contoh sempurna dari filsafat organikWright, pada denah, potongan dan pandangan dari luar secara bersamaan menyatu secara meyakinkan dalam bentuk tiga dimensi dan ruang, diwujudkan dalam konstruksi beton spiral.

Ciri pada arsitektur Organik :

1. Terinspirasi bentukan alam
2. Adanya unsur pengulangan
3. Elastis, lentur, mengikuti aliran
4. Pendalaman terhadap konsep serta kepuasan dalam ide bentuk
5. Unik dan lain dari yang lain
6. Penuh dengan kejutan dan permainan
7. Mengkespresikan konsep ide secara kuat

Arsitek dan Contoh Karyanya

Frank Lloyd Wright - The Falling Water
The Falling Water
 

Langgam Arsitektur Modern International Style

Definisi

Arsitektur Modern Internasional atau yang lebih dikenal dengan International Style merupakan salah satu aliran Arsitektur Modern. Gaya internasional adalah gaya arsitektur besar yang muncul pada 1920-an dan 1930-an, masa-masa pembentukan arsitektur modernis. Istilah ini berasal dari judul buku karya Henry-Russell Hitchcock dan Philip Johnson yang ditulis untuk mencatat International Exhibition of Modern Architecture yang diadakan di Museum of Modern Art di New York City tahun 1932. Buku itu mengidentifikasi, mengategorikan dan memperluas karakteristik umum tentang modernisme di seluruh dunia. Hasilnya, fokus lebih diperdalam pada aspek gaya modernisme.

Dalam buku tersebut mengidentifikasi tiga prinsip berbeda: ekspresi volume daripada massa, keseimbangan daripada simetri prasangka dan penghilangan ornamen bangunan, bentuk asimetris, kubis atau semua sisinya dalam komposisisi, dan kesatuan bentuk, elemen bangunan jendela, dinding, atap, dan lain-lain menyatu dalam komposisi bangunan. ( Sumalyo,Yulianto, 2005)

Ciri-ciri :

  • Radikal penyederhanaan bentuk
  • Penolakan terhadap ornamen, dan
  • Adopsi dari kaca, baja dan beton sebagai bahan pilihan.
  • Transparansi konstruksi (ekspresi jujur struktur)
  • Penggunaaan material/struktur pabrikasi
  • Menggunakan bentuk-bentuk geometri.
  • Semua bagian muka gedung bersudut 90 derajat dan bertingkat. Bentuknya segi-empat
  • Jendela tersusun secara garis horizontal dan membentuk suatu garis beraturan.
  • Meminimalisir ornamen.
  • Bentuk mengikuti fungsi

Contoh Arsitek dan Karyanya

1. Ludwig Mies van der Rohe - Martin Luther King Jr. Memorial Library
Martin Luther King Jr. Memorial Library

2.
Charles M.goodman - Apartemen Hickory Cluster, reston, Virginia
Apartemen Hickory Cluster
 

Selasa, 20 Oktober 2015

Langgam Arsitektur Modern Futuristik

Pengertian Futuristik

Arsitektur Futuristik atau futurisme dimulai pada awal abad ke 20 dengan bentuk bangunan yang ditandai oleh anti -historicism dan garis panjang mendatar, kecepatan, emosi dan urgensi yang artistik dan gaya ini dimulai pada Italia dan berlangsung pada tahun 1909 sampai 1944. Gaya ini dihidupkan oleh penyair itu Filippo Tommaso Marinetti, dan dia bekerja pada tokoh arsitektur terkemuka seperti arsitek Antonio Sant'Elia dan seniman Umberto Boccioni, Giacomo Balla, Fortunato Depero, Enrico Prampolini. pendukung bangunan futuristik menyarankan kecepatan, teori pengaruh energi dan ekpresi yang kuat, di dalam usahanya untuk membuat zaman arsitektur yang modern.

Setelah permulaannya, Futurism telah menjadi suatu kata [yang] lebih umum untuk mengangkat kecenderungan yang luas dalam disain modern yang sangat ingin menciptakan arsitektur dengan gaya masa depan ataupun sedikitnya gaya yang akan datang 10 tahun ke masa depan. Futurism modern sebagian besar mulai dengan gaya desain pada mobil ataupun kereta pada tahun 1950 di California. Futurism adalah bukanlah suatu gaya tetapi suatu pendekatan terbuka ke arsitektur, dan telah ditafsirkan kembali oleh generasi arsitek yang berbeda dari beberapa dekade, tetapi pada umumnya ditandai dengan membentuk ketajaman, bentuk dinamis, kontras kuat dan penggunaan material yang berguna.

Futuristic mempunyai arti yang bersifat mengarah atau menuju masa depan.
  • Citra futuristik pada bangunan berarti citra yang mengesankan bahwa bagunan itu berorientasi ke masa depan atau citra bahwa bangunan itu selalu mengikuti perkembangan jaman yang ditunjukkan melalui ekspresi bangunan.
  • Fleksibilitas dan kapabilitas bangunan adalah salah satu aspek futuristic bangunan.

Futuristik sebagai core values atau nilai-nilai dasar BMW mengandung nilai-nilai yaitu; dinamis, estetis dan inovatif terutama dari segi teknologi yang dipakai (dinamis, canggih dan ramah lingkungan) dengan mengadopsi bentuk-bentuk bebas yang tidak terikat oleh bentuk-bentuk tertentu. Dalam futuristic juga perlu dipikirkan mengenai estimasi atau perkiraaan Pengenalan akan bangunan futuristic dapat dilakukan dengan pendekatan. Pendekatan sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia.

Salah satu carauntuk memprediksi tentang arsitektur masa depan adalah dengan mengikuti perkembangan arsitektur berteknologi tinggi yang berkembang setelah tahun 1960-an dengan cirri-ciri :
  • Kebenaran struktur
  • Bentuk bebas cenderung ke bentuk yang berhubungan dengan alam.
 
Dari analisa contoh-contoh bangunan maka dapat disimpulkan:
  • Proyeksi yang berupa hasil perhitungan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
  • Pendekatan dengan penemuan hal-hal yang baru.
  • Futuristik adalah lambing perubahan, dinamis dan menembus ruang tidak nampak.

Dalam ilmu arsitektur,teminologi arsitektur futuristik masih rancu atau belum dapat digolongkan ke dalam criteria arsitektur modern, late modern maupun post modern. Late modern iotu sendiri adalah mengambil ide dan bentuk dari modern movement, yang ditampilkan secara ekstrim, berlebihan dan tidak natural. Imajinasi tentang teknologi bangunan menggambarkan usaha untuk mencapai kesenangan dan keindahan semata, sedangkan post modern menyelesaikan kemonotonan arsitektur modern dengan menggabungkan unsure-unsur moder dengan lainnya sehingga bersifat ganda. Pedoman Perencanaan Berdasarkan Ungkapan Futuristik

Dengan melihat pengertian futuristic yang ada, maka diambil kesimpulan pedoman dalm perencanaan berdasarkan ungkapan futuristik, yaitu :
  • Mempunyai konsep masa depan terutama sesuai dengan paradigma perkembangan arsitektur.
  • Bentuk yang didapat bukan bentuk-bentuk tertentu saja, tetapi bentuk bebas yang dekonstruksi.
  • Memanfaatkan kemajuan di era teknologi melalui struktur dan konstruksi menggunakan strutur yang dekonstruksi.
  • Memakai bahan-bahan pre-fabrikasi dan bahan-bahan baru, seperti kaca baja aluminium, dll
  • Memunculkan bentuk-bentuk baru dari arsitektur yang analog dengan musim, maksudnya adalah bentuk yang tidak bisa diduga sebelumnya, dinamis sebagai konsekuensi dari perubahan.
 

Contoh Bangunan Futuristik

Terminal TWA Bandara JFK New York
Aqua Tower, USA

Langgam Arsitektur Modern Kubisme

Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaanbentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Arsitektur aliran kubisme terinspirasi dari seni lukis yang muncul dan mulai berkembang pada tahun 1910 - 1914 di Paris. Aliran kubisme muncul karena rasa bosan terhadap aliran-aliran klasik yang penuh dengan ornamen.

Cubism adalah gerakan paling revolusioner dalam seni rupa, berkembang mula-mula di Perancis antara tahun 1907-1920-an. Cubismberasal dari seni lukis yang tidak hanya membuat bentuk dan warna dalam dimensi ruang tetapi juga dimensi waktu, menyajikan lukisan tidak hanya dari satu sudut pandang yang lazimnya dalam lukisan tradisional, tetapi dalam berbagai sisi, termasuk sisi yang seharusnya tidak terlihat dalam lukisan.Cubism tidak sepenuhnya abstrak. Prinsip dari aliran Cubism menonjolkan aspek ruang atau tiga dimensi dan waktu, dimana hal itu tidak terdapat dalam aliran klasik-tradisional.

Aliran Cubism tidak langsung diterima begitu saja oleh kalangan masyarakat pencinta seni. Timbul pro dan kontra terhadap kemunculan alirancubism. Kelahiran cubism terjadi pada masa Revolusi Industri, dalam tahun 1910-an, ditandai dengan kejadian bersejarah yaitu penggunaan mesin pertama kali untuk pemotongan hewan di Chicago. Pengikut aliran cubismadalah orang-orang yang anti kehidupan borjuis atau kelas menengah yang juga pendukung industrialisasi dan sistem perdagangan baru.

Aliran cubism mempengaruhi bidang arsitektur dalam elemen utama pendukung arsitektur yaitu material, ruang dan pencahayaan. Dalam arsitektur klasik, material adalah hal utama yang memberikan kekuatan dalam konstruksi. Ruang terletak dibalik dinding tebal di mana cahaya masuk hanya sedikit. Namun sejak aliran cubism muncul, arsitektur bukan lagi selubung, tetapi ruang menjadi aspek paling dominan.

Aliran Cubism termasuk dalam aliran arsitektur modern awal Fungsionalisme atau rasionalisme. Elemen bangunan mengutamakan pada fungsi yang pada akhirnya dapat menimbulkan keindahan tanpa adanya hiasan atau dekorasi satupun.

Aliran cubism memanfaatkan teknologi beton bertulang yang bentuk dan ukuran- ukurannya standar dengan sistem module. Sistem ini menjadikan suatu bangunan dibangun dalam waktu yang cepat dan memungkinkan dibangun dalam jumlah yang banyak. Elemen- elemen bangunan dibuat dan dicor di pabrik yang selanjutnya perakitan dapat dilakukan di lapangan secara langsung serta memerlukan waktu yang singkat. 

Bagian-bagian dari bangunan seperti pondasi, kolom, tiang, tangga dan lain-lain dibuat di pabrik, kemudian dipasang dan disambung menjadi bangunan dalam jumlah sesuai kebutuhan.

Kemunculan aliran yang revolusioner seperti cubism mengubah gaya pandang orang-orang terhadap arsitektur. Salah satunya yaitu mulai ada konsep integrasi antara ruang luar dan ruang dalam bangunan seperti dalam bangunan villa savoye karya Le Corbusier.

Villa Savoye Karya Le Corbusier

Minggu, 18 Oktober 2015

Karakteristik Gaya Arsitektur Kontemporer (Interior)

Pengertian

Gaya atau style dalam Arsitektur maupun Interior merujuk pada bagaimana metode sebuah bangunan itu dibangun, karakteristik sebuah bangunan yang membuat bangunan tersebut patut diperhatikan, termasuk didalamnya elemen seperti bentuk, material, karakter suatu dearah, dan metode konstruksi.

Manusia berkembang seiring berjalannya waktu dan gaya pun demikian, berubah seiringnya waktu. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat dari waktu ke waktu memicu perubahan gaya semakin cepat. Teknologi memungkinkan munculnya ide-ide baru dan menemukan gaya-gaya baru dalam Arsitektur khususnya Interior.

Lalu adakah gaya yang selalu mengikuti perubahan jaman atau perubahan waktu? Ya, mungkin salah satunya adalah gaya kontemporer. Dalam Arsitektur maupun Interior Gaya kontemporer didefinisikan secara luas sebagai gaya bangunan kekininan, atau hari ini. Gaya kontemporer selalu berubah, hidup dan bernapas.

Sejarah

Gaya ini mulai berkembang sekitar awal 1920-an yang dimotori oleh sekumpulan arsitek Bauhaus School of Design, Jerman yang merupakan respon terhadap kemajuan teknologi dan perubahan sosial masyarakat akibat perang dunia. Gaya kontemporer untuk sebuah seni bangunan berkembang pesat pada tahun 1940-1980an. Kata kontemporer sendiri bias diartikan sebagai sesuatu yang serba uptodate, ditandai dengan perubahan desain yang selalu berusaha menyesuaikan dengan waktu dan eranya. Perubahan desain itu diringi oleh perubahan bentuk, tampilan, jenis material, proses pengolahan, dan teknologi yang di pakai.

Arsiktektur kontemporer menyajikan konsep dan gaya kekininan. Biasanya desain arsitektur lebih kompleks, inovatif, variatif dan fleksibel. Beberapa Arsitek yang terkenal yang termasuk dalam gaya ini adalah Frank Gehry, dengan karyanya Museum Guggenheim di Bilbao, Jean Nouvel dengan karyanya Museum Quai Branly di Paris dan masih banyak lagi. Di Indonesia arsitektur kontemporer lebih banyak di pengaruhi oleh arsitek seperti Mies Van de Rohe, Le Corbusier dan Charles Eames, pengaruh ini terjadi karena sebagian besar karya mereka ini masuk dalam konteks negara tropis, dan cocok dengan iklim di Indonesia kekinian.

Karakteristik

Ciri-ciri yang mendasar pada gaya kontemporer terliahat pada konsep ruang yang terkesan terbuka atau open plan, harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar, memiliki fasad yang terbuka. Arsitektur ini dikenali lewat karakter desain yang praktis dan fungsional dengan pengolahan bentuk geometris yang simple dan warna-warna netral dengan tampilan yang bersih. Penggunaan jendela besar, serta kombinasi bentuk yang unik dan aneh. Banyak menggunakan material alam. Detail detail bergaris lurus. Kenyamanan dan awat tahan lama merupakan nilai penting dalam bangunan kontemporer. Selain itu, dalam hal interior desain kontemporer banyak berpadu dengan tata cahaya untuk menghasilkan kesan ruang yang selalu segar, sebisa mungkin selalu selaras dengan perkembangan desain kekinian.

Perlu diingat bahwa desain bergaya kontemporer yang kita definisikan sekarang secara perlahan akan berubah pada beberapa tahun kedepan tergantung dari perkembangan cara pandang masyarakat terhadap sebuah desain interior. Inilah esensi dari desain kontemporer yang berusaha mengikuti perkembangan jaman dan tetap tampil uptodate dalam berbagai ragam desainnya.

Acuan Desain

Desain interior bergaya kontemporer sudah menjadi gaya favorit banyak orang untuk huniannya. Desainnya yang elegan, sederhana, dan tampilannya yang uptodate berhasil memikat banyak orang untuk diaplikasikan pada hunian mereka. Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat dijadikan acuan untuk mendapatkan desain interior bergaya kontemporer yang dikutip dari beberapa sumber internet : 

Membawa masuk cahaya alami dalam ruangan




Ketika periode desain modern muncul di tahun 1920-1960an, rumah huni biasanya tampil gelap dengan ruangan kecil dan jendela kecil. Sekarang dengan desain interior modern kontemporer, ruangan dibuat terbuka dan terang dengan memasukkan cahaya alami dalam ruangan. Pilih material lantai warna putih agar cahaya bisa dipantulkan ke seluruh penjuru ruangan dalam rumah. Gunakan juga material kaca sebagai ganti dinding, jendela besar transparan, dan skylight untuk membawa masuk cahaya alami sebanyak-banyaknya dalam ruangan. 

Gunakan percikan warna cerah



Palet warna gaya desain interior kontemporer memang didominasi dengan palet warna netral seperti abu-abu, cokelat, hitam, dan putih. Penggunaan warna-warna ini untuk elemen interior seperti dinding, lantai, plafond, dan sisakan tempat untuk percikan warna ceria pada aksesoris dan perabotan ruangan. Imajinasi Arsitek diperlukan untuk lebih kreatif mengolah pola dan tekstur untuk memberikan keindahan yang mencolok pada ruangan.
 
Penggunaan material alami pada interior



Material alami membawa rasa baru yang menyegarkan pada hunian bergaya kontemporer. Bahan prganik seperti kayu, batu alam, slate, jati, cotton, wool, dan lainnya bisa tampil mengesankan pada desain interior rumah huni kontemporer.
 
Rasa ringan dengan pemilihan perabot untuk memberikan nuansa relax



Perabotan yang didesain untuk gaya desain kontemporer memiliki ciri khas yang menarik. Gaya desain perabotannya memberikan kesan yang ringan dan sederhana pada tampilan akhir ruangan. Hal ini bisa didapatkan dengan penggunaan garis halus yang lurus sampai penggunaan warna putih supaya peraboatan terkesan ringan dan bersih. Material lain yang digunakan adalah material kaca yang trasparan dan reflektif untuk memberikan kesan yang lebih modern.
 
Lantai polos dengan finishingcantik



Era kontemporer telah membuka kesempatan bagi material yang digunakan untuk desain interior tampil stand out apa adanya. Kesan yang terasa dalam desain interior kontemporer adalah garis minimal dan suasana “kurang barang”. Lantai dengan material seperti kayu, keramik, ubin porselen, dan marmer berhasil masuk dalam kategori kontemporer. Berikan finishing yang cantik seperti karpet untuk tambahan kesan mewah sekaligus untuk memcah ruangan visual. Trik ini paling ideal digunakan untuk memisahkan antara ruang makan dan ruang keluarga yang biasanya tampil bersebelahan. 

Menggunakan konsep open plan



Rumah huni bergaya kontemporer tampil dengan ciri seakan menyatukan semua ruangan dalam hunian. Batas kabur antara ruangan yang satu dengan yang lainnya adalah konsep open plan sempurna untuk gaya kontemporer. Sebuah denah terbuka sangat ideal dan ikonik untuk rumah bergaya kontemporer.
 
Dominasi Elemen Garis



Selain berfokus pada material dan warna, interior yang bergaya kontemporer juga dapat dikenali dengan adanya elemen garis lurus. Salah satu ciri desain kontemporer adalah penggunaan permainan garis lurus yang berulang baik dalam posisi vertikal maupun horizontal. Elemen garis ini dapat diperoleh dari furniture, bukaan, warna atau sengaja ditambahkan elemen garis pada ruangan.
 
Detail kontemporer pada ruangan



Detail tampil sangat penting untuk menunjukkan desain kontemporer pada hunian. Yang membedakan gaya desain interior minimalis dan kontemporer adalah unsur halus yang tampak sedikit berbeda. Contohnya seperti penggunaan pegangan tangga pada desain interior minimalis biasanya menggunakan bahan kayu batangan panjang. Sedangkan pada gaya desain kontemporer, pilihan material lebih beragam dengan memasukkan unsur industrial seperti kabel, baja, kaca, atau bahan industiral lainnya.
 
Teknologi tersembunyi dalam hunian



Salah satu fitur dari desain interior kontemporer yang banyak disukai adalah “teknologi tersembunyi” yang siap membuat kagum siapapun yang melihat. Dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada sekarang, tidak ada salahnya menambahkan teknologi dalam ruangan. Remote yang bisa mengendalikan semua peralatan elektronik, pendingin otomatis, pencahayaan yang bisa disesuaikan dengan mood, sistem keamanan, atau yang lainnya. Para Desainer terkemuka mencoba untuk membawa kontrol inovatif dalam gaya hidup masa kini dan dapat lihat seberapa banyak hal ini untuk membawa suasana kontemporer pada hunian.
 
Eksplorasi imajinasi pada desain



Desain kontemporer memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk melepaskan aturan formal menjadi lebih terbuka dan dinamis. Lepaskan imajinasi untuk memberikan sentuhan personal pada desain interior suatu ruang. Tambahkan gaya desain eklektik, klasik, atau apapun yang menjadi ciri khas dan tercermin sempurna pada desain interior yang kita rancang.

Terimakasih kepada sumber berikut yang telah membantu menyediakan informasi :
freshome.com
http://desaininterior.me/2013/10/10-tips-untuk-mendapatkan-tampilan-kontemporer-pada-rumah-huni/
http://aainterior.blogspot.com/2013/04/arsitektur-interior-desain-kontemporer.html
http://desainrumahsederhanagratis.blogspot.com/2012/12/desain-interior-kontemporer-stylish-dan.html

Pengertian Arsitektur Modern Menurut Para Ahli

Arsitektur Modern

Arsitektur modern tidak dapat didefinisikan secara mentah. Ada banyak tokoh dan sumber yang menjelaskan mengenai definisi arsitektur modern. Berikut merupakan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan arsitektur modern yang diperoleh dari buku berjudul ‘Arsitektur Modern Akhir abad XIX dan abad XX’ karya Yulianto Sumalyo.

Agustus Welby Northmore Pugin (1812-52) dalam bukunya yang berjudul ‘Contrasts’ terbit tahun 1836 menjelaskan bahwa pada jaman pertengahan (mediaeval) Gereja di Kota Khatolik mulai digantikan oleh pabrik, penjara dan pergantian fungsi lainnya. Penjelasan ini membuktikan bahwa pada zaman itu muncul bangunan-bangunan dengan fungsi baru yang tidak pernah ada sebelumnya.

John Ruskin (1819-1900) seorang arsitek Inggris dalam bukunya yang berjudul Ketujuh Lampu dalam Arsitektur “Les Sept Lampes de l’architecture (1849) menyebutkan pentingnya suatu bentuk hommogen atau keseragaman untuk seluruh masyarakat. Pernyataan ini merupakan tanda berakhirnya arsitektur gotik dan eklektik yang memiliki ciri khas daerah masing-masing. Disebutkan juga bahwa Ruskin merupakan tokoh ideologi functionalism dan menganggap aliran arsitektur gotik hanya dekorasi semata.

Sementara William Morris (1834-96) yang juga murid Ruskin menulis buku yang berjudul ‘Les arts decoratifs, leur relation avec la vie moderne’ atau yang artinya berbagi seni, dan hubungannya dengan kehidupan modern. Buku inilah yang menjadi cikal bakal ‘art noveau’ dan ‘modern style’.

Eugen Emmanuel Violet-le-Duc dalam bukunya yang berjudul ‘Dictionnarie raisonn de l’archtecture fancaise du XI au XVI siecle’ (Kamus pemikiran arsitektur perancis abad XI hingga XVI) menjelaskan bahwa arsitektur hendaknya mengungkapkan ‘kekuatan’ seperti halnya mesin uap, listrik dan dapat memanfaatkan material baru seperti halnya baja. Pernyataan ini sekaligus menjelaskan munculnya ide terhadap bentuk yang fungsional dan pemanfaatan material berteknologi baru dalam arsitektur.

Dari pernyataan-pernyataan tokoh diatas dapat dipetik suatu gambaran bahwa arsitektur modern merupakan suatu aliran/gaya arsitektur yang berkembang setelah arsitektur klasik. Arsitektur modern berusaha meninggalkan dekorasi yang dianggap tidak fungsional pada bangunan dan lebih menekankan kepada fungsi sehingga sering disebut juga fungsionalisme. 

Karena hanya mengikuti fungsi, maka bentuk-bentuk pada arsitektur modern umumnya tidak memiliki makna atau mengacu pada hal-hal tertentu maupun ciri khas suatu daerah. Hal inilah yang kemudian menjadikan arsitektur modern bersifat homogen dan diharapkan bisa menjadi gaya yang diterapkan semua orang dalam internasional atau international style.

Berdasarkan pernyataan tokoh-tokoh di atas juga dapat dikatakan bahwa arsitektur modern berusah lepas dari pengaruh masa lalu dan berjalan menuju masa depan yang penuh dengan kecanggihan teknologi serta penggunaan material baru.

Karakteristik Arsitektur modern pada umumnya adalah :
  1. Suatu penolakan terhadap gaya lama
  2. Suatu yang mengadopsi prinsip bahwa bahan dan fungsi sangatlah menentukan hasil dalam suatu bangunan. 
  3. Arsitektur tanpa makna/filosofi, hanya fungsi
  4. Suatu yang menyangkut tentang mesin dan teknologi bangunan
  5. Menolak adanya bordiran atau ukiran dalam bangunan.
  6. Menyederhanakan bangunan sehingga format detail dan ornamen menjadi tidak perlu.

Jumat, 25 September 2015

5 Bangunan Modern yang mengacu pada 5 Poin Le Corbusier


Dirumuskan pada tahun 1926 oleh Le Corbusier, ada lima poin pokok yang menjadi acuan dalam arsitektur modern abad ke-20. Lima poin ini dikenal menjadi pendekatan baru untuk desain arsitektur pada saat itu. Adanya kebebasan yang diberikan dalam gaya modern ini seperti pengembangan desain dengan bentuk baru, bukaan yang luas untuk pencahayaan dan sirkulasi udara, serta membebaskan interior dari kolom dan balok struktur beton bertulang. Lima poin (five points) yang dikemukakan Le Corbusier untuk Arsitektur Modern adalah sebagai berikut.

a) Pilotis 
Menampilkan pengaruh dan regulasi arsitektur klasik, Le Corbusier menyerukan mendukung dinding dengan grid diperkuat kolom load- bearing beton, yang disebut pilotis yang menawarkan peningkatan ruang terbuka.
b) Desain seminimal mungkin menyentuh tanah
Dengan menghapus kendala dinding pendukung internal, fungsi interior dibiarkan terbuka dan tak terkendali dalam penggunaannya. Aliran alami ruang adalah karakteristik utama dari arsitektur modern , yang diasumsikan bahwa desain terbaik tidak membagi ruang sepenuhnya .
c) Desain Facade Bebas 
Pemisahan bagian luar bangunan dari fungsi struktural memungkinkan untuk membebaskan bentuk fasad sebagai akibat dari konstruksi. Karena dinding kemudian dilepaskan dari peran konstruksi, desainnya menjadi bebas juga .
d) Jendela Horizontal 
Dimasukkannya pita jendela yang memperpanjang di fasad hunian horizontal memungkinkan semua kamar akan memperoleh cayaha yang sama dan memberikan pandangan selektif dari lingkungan sekitarnya .
e) Roof Garden 
Sebagai sarana membawa alam ke dalam rumah, Le Corbusier menyarankan agar atap datar dimanfaatkan untuk taman alami. Penciptaan atap tumbuhan juga memungkinkan untuk meningkatkan view. 

Refleksi dari prinsip-prinsip penting Le Corbusier untuk Lima Poin (Five Points) dari Arsitektur Modern dapat dilihat dalam karya di bawah ini :

1. House D oleh PAUHOF Architeckten


Tempat tinggal terpadu untuk sebuah keluarga tunggal dan studio-galeri yang disebut House D, yang dirancang oleh PAUHOF Architeckten, terletak di lereng curam dalam lanskap pegunungan Austria. Jejeran jendela horisontal yang mengarah ke lanskap terbuka menawarkan pencahayaan efisien untuk memasukkan sinar matahari ke dalam ruangan, inilah yang menunjukkan cita-cita modernis Le Corbusier. Koreografi tampilan yang strategis tercipta dari layout yang terbuka dan desain fasad yang dinamis  mampu menangkap topografi yang unik dari lingkungan alam sekitarnya

2.  Slash House oleh Apollo Architects and Associates



Bangunan rumah pantai modern satu tingkat ini dirancang oleh Apollo Architects and Associates, jendela horisontal memberikan pandangan selektif ke arah laut, sedangkan desain fasad yang dinamis menciptakan estetika eksternal yang harmonis dengan kesederhanaan suasana sekitarnya. Rencana bangunan ini memanjang ke arah utara-selatan, bertujuan untuk menyembunyikan laut dari pintu masuk, sehingga menjaga pandangan ke air. Desain Slash House ini mewujudkan prinsip Le Corbusier pada kemampuannya untuk secara efektif membingkai pandangan, membawa nuansa luar dalam ruangan.
3. Willow House by Guz Architects



Willow House mengambil keuntungan dari lokasinya di puncak bukit melalui penggabungan rencana bangunan terbuka yang memungkinkan untuk pencahayaan alami dan penghawaan alami. Dalam refleksinya terhadap The Five Points dari Arsitektur Modern, dengan sokongan pilar struktural pilotis mengangkat bangunan ini dari tanah dan membebaskan ruang di bawahnya. Atap datar dengan taman atap yang sedikit offset menjauhkan kesan jenuh dari lingkungan perkotaan padat penduduk di Singapura.
4.  Ribbon Tectonics oleh Prow Architects Pte Ltd


Dengan ambisi untuk mengikuti perkembangan teknologi kaca dan aplikasinya, desain rumah modern ini memiliki koleksi berbagai jenis aplikasi material kaca. Jejeran jendela horizontal dalam pola labirin menyajikan lubang unik berbagai aspek rasio untuk pandangan yang berbeda dari eksterior.
5. House Meijer oleh Van der Jeugd Architecten


Dengan sedikitnya pemisahan visual dan spasial, interior pada rumah ini mencerminkan teori mengalir di ruang terbuka yang dikemukakan oleh Le Corbusier. Desain rumah Meijer berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, seperti rencana pencahayaan yang mengoptimalkan pengalaman cahaya dan ruang.